Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 06 Jun 2017 18:35 WIB

Pertamina Jelaskan Progres Proyek-proyek Kilang ke DPR

Fadhly F Rachman - detikFinance
Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Komisi VII DPR hari ini melakukan rapat dengar pendapat dengan PT Pertamina (Persero). Dalam rapat itu, DPR meminta Pertamina untuk menjelaskan progress modifikasi kilang yang telah ada (Refinery Development Master Plan/RDMP) maupun pembangunan kilang baru (Grass Root Refinery/GRR).

Menjawab hal itu, Direktur Mega Proyek dan Petrokimia Pertamina, Rachmad Hardadi, menjelaskan untuk RDMP Balikpapan ditargetkan bisa beroperasi fase I pada tahun 2020.

Status kilang ini sudah dilakukan desain teknik awal (Basic Engineering Design/BED) yang selesai pada Januari 2017. Amdal selesai April 2017, dan FEED (Front End Engineering Design) atau pengkajian kapasitas kilang sedang berjalan akan selesai di kuartal II 2017.

"Langkah selanjutnya yang kita lakukan, Final Investment Decision (FID) di kuartal III-2017 (usai FEED), longlead item PO award dan EPC contract di kuartal III-2017, setelah FID. Kemudian di fase II akan dimulai BEDP pada tahun 2017 dengan target selesai 2021," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/6/2017).

Lalu untuk progres RDMP Balongan, dia menjelaskan, Pertamina menargetkan bisa rampung di 2021. Untuk status conceptual study sudah selesai di akhir 2016 untuk mendapatkan konfigurasi baru dengan capex yang lebih rendah, tender untuk LP model work (untuk persiapan BED) sedang berlangsung dan akan selesai pada kuartal III 2017.

Langkah selanjutnya, LP model work dimulai di kuartal III-2017 target diselesaikan di kuartal IV pada 2017. BEDP untuk CDU dan incensor selection dimulai di kuartal IV 2017.

Kemudian untuk RDMP Cilacap, target beroperasi pada 2023-2024. Hardadi mengatakan, joint venture dengan Aramco sudah ditandatangani pada 22 Desember 2016. BED study diproyeksikan akan selesai di kuartal II 2017, sedangkan licensor selection sedang berjalan, akan selesai di kuartal II 2017.

"Langkah selanjutnya, kami siapkan PID 1 selesai di kuartal II 2017, Amdal diselesaikan pada kuartal III 2017, dan FEED dimulai di kuartal IV 2017," tuturnya.

Sementara itu untuk kilang grass root refinery (GRR) Tuban, target beroperasi pada 2024. Dengan status JVA (Joint Venture Agreement) dengan Rosneft telah ditandatangani pada 5 Oktober 2016, technical Feasibility Study (FS) selesai di kuartal 2017, bankability report akan diselesaikan di kuartal II 2017, dan licensor selection sedang berjalan, akan selesai di kuartal II 2017.

"Pre-Inverment Decision (PDI) kita akan selesai kuartal II-2017, Amdal diselesaikan kuartal III 2017, BED dimulai di kuartal III 2017, pembahasan skema kerjasama pemanfaatan lahan KLHK," ujarnya. (mca/mca)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com