Secara khusus, Jonan meminta AKR Corporindo segera menjalankan BBM Satu Harga. Ia mengungkapkan, jika program tersebut belum dijalankan, maka izin penyaluran BBM perusahaan tersebut akan dicabut.
Sebaliknya, jika sudah menerapkan program BBM Satu Harga, maka AKR diberikan izin untuk membuka SPBU ataupun Stasiun Pengisian Bahan bakar Gas (SPBG) di tempat lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau mau, supaya biayanya cross subsidi ya. Tapi kalau enggak ikut, saya keluarkan dari program penyaluran solar dan premium RON 88. Jadi tolong diterapkan," sambungnya.
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sendiri bersama dengan PT Pertamina (Persero) diberikan pemerintah kuota untuk menjual BBM subsidi sebanyak 16,6 juta kiloliter (kl).
Dari total tersebut, AKR mendapat jatah sebesar 300.000 kl untuk jenis minyak solar dan Pertamina mendapatkan jatah sebesar 16,3 juta kl yang terdiri atas minyak tanah (kerosene) 610.000 dan minyak solar 15,7 juta kl.
Pemerintah sendiri menyalurkan BBM satu harga di 22 lokasi pada tahun 2017. Kemudian prioritas lokasi bertambah pada 2018 menjadi 45 lokasi dan bertambah lagi 29 lokasi lagi di 2019. (mca/mca)











































