Teknologi radar militer Indonesia juga dapat dikembangkan melalui kerja sama antara ITB dan Pit-Radwar Polandia.
"Untuk Industri Minyak Kelapa Sawit, Indonesia kiranya dapat memanfaatkan kerja sama dalam bentuk proses bersama dengan Polandia sehingga produk Indonesia dapat menembus pasar Eropa," ujar Luhut saat kunjungan kerja ke Polandia, dalam keterangan tertulis Sabtu (10/6/2017)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini juga sebagai tindak lanjut pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo dengan Perdana menteri Polandia di Bejing bulan Mei yang baru lalu.
Mengawali kunjungannya pada Kamis (8/6/2017), Menko Luhut bertemu dengan Wakil Menteri Pertahanan Polandia, Bartosz Kownacki, yang khusus melakukan courtesy call dengan Menko di Wisma Duta RI Warsawa. Pertemuan dilanjutkan dengan Wakil Perdana Menteri Polandia yang juga menjabat sebagai Menteri Pembangunan dan Keuangan, Mateusz Morawiecki.
Beberapa hal yang diangkat pada pertemuan tersebut antara lain penerbangan langsung Indonesia β Polandia dengan menggunakan Garuda Indonesia dan maskapai nasional Polandia, LOT Polish Airlines, permintaan dukungan Polandia atas nominasi Dubes Arif Havas Oegroseno menjadi calon hakim Pengadilan Laut Internasional periode 2017 β 2026 dan potensi kerja sama di bidang pendidikan tinggi antara kedua negara.
Proyek listrik
Selain itu juga dibahas kemungkinan kerja sama di bidang energi asal sampah (waste to energy). Luhut juga menyampaikan, Indonesia dan Polandia melalui perusahaan Rafako, akan bekerja sama di bidang energi dalam penyediaan listrik sebanyak 100 megawatt di daerah Lombok, Indonesia.
Menteri Morawiecki menyambut baik hal tersebut dan berharap kiranya akan terdapat proyek-proyek lanjutan antara Indonesia dan Polandia di masa mendatang. Menko Luhut juga berkesempatan bertemu dengan Direktur Utama perusahaan Rafako, Agnieszka Wasilewska-Semail guna membahas kelanjutan proyek listrik tersebut.
Selain Menko Luhut, pada kesempatan yang sama juga hadir Fadel Muhammad, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI yang menyampaikan hal senada dengan Menko Luhut terkait potensi kerja sama bilateral antara Indonesia dan Polandia terutama di bidang pendidikan, energi dan manufaktur.
"Merupakan tugas KBRI Warsawa untuk mempromosikan potensi kerja sama dengan Polandia kepada pihak-pihak di Indonesia, sehingga dapat menimbulkan manfaat untuk kedua negara" ungkap mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia tersebut.
Di hari yang sama, Menko Luhut juga menghadiri acara penyerahan alat musik Kolintang dari KBRI Warsawa kepada Pemerintah Polandia melalui Museum Asia Pasifik.
"Indonesia merupakan negara yang beragam dan terdiri dari berbagai suku, agama dan budaya, termasuk alat musik tradisional. Kolintang merupakan alat musik yang berasal dari Sulawesi Utara dan memiliki perbedaan dengan Gamelan yang berasal dari Jawa," ujar Dubes RI untuk Polandia, Peter F. Gontha pada pembukaan kegiatan tersebut.
Dubes Gontha juga menekankan pentingnya kerja sama di bidang sosial budaya antara kedua negara. Para hadirin kemudian disuguhi pertunjukan Kolintang yang membawakan lagu Rayuan Pulau Kelapa, Bengawan Solo serta lagu Polandia W Moim Ogrodzie dan beberapa lagu lainnya. (hns/hns)











































