Follow detikFinance
Selasa, 13 Jun 2017 13:44 WIB

Hemat Energi Saat Puasa, Rice Cooker Jangan Nyala Lama-lama

Michael Agustinus - detikFinance
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Penggunaan rice cooker terus menerus untuk menjaga nasi tetap hangat bisa membuat tagihan listrik jadi membengkak. Kepala Divisi Niaga PLN, Benny Marbun, menyarankan agar rice cooker tidak dinyalakan seharian.

Banyak ibu-ibu rumah tangga yang mengeluhkan rekening listriknya naik terus. Benny melakukan penelitian sederhana ke sebuah rumah yang memiliki daya listrik 1.300 VA dan menemukan bahwa salah satu penyebab listrik jadi boros, rumah tersebut menggunakan rice cooker terus menerus untuk menghangatkan nasi.

Di name plate rice cooker, ada tulisan 350 W/77 W. Artinya, kalau menanak nasi memakai listrik 350 W. Kalau menghangatkan nasi butuh listrik 77 W.

Bila sehari rice cooker memanaskan nasi 10 jam, demikian terus setiap bulan, maka pemakaian listrik dari rice cooker adalah 77 W x 10 jam/hari x 30 hari/bulan jadi 23,1 kWh/bulan.

"Andaikan rumah tangga ini tidak menggunakan penghangat rice cooker, bisa hemat Rp 34.650/bulan," papar Benny melalui blog pribadinya bennysilistrik.wordpress.com seperti dikutip detikFinance, Selasa (13/6/2017).

Benny menyaraknkan agar sebaiknya memakai termos nasi saja untuk menyimpan nasi. Bila ingin memakan nasi yang hangat, masak nasi menjelang waktu makan. Jadi tak perlu menyalakan rice cooker selama berjam-jam.

Selain itu ada dispenser untuk menyediakan air panas. Pemanasan air berlangsung terus. Padahal kalau dispenser selalu menyala, listrik jadi mahal. Sebaiknya nyalakan dispenser sesekali saja saat membutuhkan air panas. Hanya butuh 5 menit untuk memanas air di dispenser.

"Saya sarankan, nyalakan dispenser jika air panas sudah diperlukan. Paling perlu waktu 3-5 menit saja untuk mencapai panas air sekitar 90 derajat," ucapnya. (mca/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed