Proyek PLTGU Jawa 3 Batal Ditender, Diserahkan ke Anak Usaha PLN

Proyek PLTGU Jawa 3 Batal Ditender, Diserahkan ke Anak Usaha PLN

Michael Agustinus - detikFinance
Selasa, 13 Jun 2017 15:50 WIB
Proyek PLTGU Jawa 3 Batal Ditender, Diserahkan ke Anak Usaha PLN
Ilustrasi (Foto: Michael Agustinus)
Jakarta - Proyek pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Jawa-3 yang berkapasitas 800 Megawatt (MW) rencananya akan dilelang PLN pada Juni 2017. Ada produsen listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) yang menyatakan minat ikut tender proyek ini, misalnya Adaro Power.

Tapi ternyata, PLN membatalkan tender PLTGU Jawa-3. Alasannya, pembangkit yang dibangun harus disesuaikan dengan tingkat permintaan. Pertumbuhan konsumsi listrik saat ini tidak setinggi asumsi dalam Program 35.000 MW. Maka pembangunan beberapa pembangkit ditunda dulu, termasuk PLTGU Jawa-3.

"Kami mengatur demand, kami hitung ulang, khususnya untuk PLTGU-PLTGU. Kebesaran itu, jadi kami hold," kata Direktur Pengadaan PLN, Supangkat Iwan Santoso, kepada detikFinance, Selasa (13/6/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proyek PLTGU Jawa-3 pun selanjutnya tidak akan ditender atau ditawarkan pada IPP. PLN akan menunjuk langsung anak usahanya, antara PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) atau PT Indonesia Power, untuk mengerjakannya. "Kalau peaker, berisiko, nanti kami berikan ke anak perusahaan. Ke PJB atau Indonesia Power," ucapnya.

Sebab, PLTGU Jawa-3 adalah pembangkit peaker, yaitu pembangkit yang beroperasi penuh hanya pada saat beban puncak. Dengan kata lain, PLTGU Jawa-3 tidak akan terus beroperasi dengan kapasitas maksimumnya yang mencapai 800 MW.

Ketika konsumsi listrik sedang rendah, PLTGU Jawa-3 diturunkan kapasitasnya. Lalu bisa naik sampai 800 MW lagi ketika dibutuhkan. Swasta pasti enggan membangunnya karena tak bisa menjual listrik sebanyak-banyaknya ke PLN. Karena itulah PLTGU Jawa-3 diserahkan pada anak usaha PLN.

"Kalau peaker kan kadang operasi, kadang tidak, sebagai cadangan. Ada ketidakpastian walaupun bisa kita prediksi. Asumsi kan enggak bisa akurat sekali. Kalau punya IPP, nanti kena take or pay," tukasnya.

Iwan bilang, kemungkinan rata-rata hanya 20% kapasitas PLTGU Jawa-3 yang terpakai. Tentu tidak ekonomis untuk IPP. "Paling-paling capacity factor 20%," katanya.

Ia menambahkan, PLTGU Jawa-3 tidak dijadikan pembangkit Base Load karena PLN ingin biaya listrik seefisien mungkin. Pembangkit Base Load adalah pembangkit yang beroperasi dengan daya maksimum terus menerus.

Yang cocok untuk pembangkit Base Load adalah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Pembangkit batu bara cocok dijadikan tulang punggung sistem kelistrikan karena biaya produksi listriknya sangat murah.

Tetapi daya PLTU tak bisa dinaikkan atau diturunkan untuk disesuaikan dengan beban sistem. Maka dibutuhkan pembangkit-pembangkit gas yang dapat memperkuat pasokan saat beban puncak (peak), dan diistirahatkan saat beban turun. (mca/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads