Dalam kunjungannya ini, Jonan didampingi oleh Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy N Sommeng, Direktur Utama PLN Sofyan Basir, Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Nasri Sebayang, dan Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Amir Rosidin.
Tiba di P2B Gandul pukul 09.00 WIB, Jonan rapat dulu dengan jajaran PLN untuk melakukan koordinasi. Setelah rapat selama 30 menit, Jonan meninjau control room P2B Gandul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Michael Agustinus/detikFinance |
Jika pada hari biasa beban puncak di Jawa-Bali mencapai 25.000 MW, pada libur Lebaran tinggal 16.000 MW saja. Sementara daya mampu di Sistem Jawa-Bali mencapai 33.000 MW, jadi pasokan sangat cukup.
"Kalau Lebaran industrinya tidur semua pak, beban berkurang. Hari biasa, beban puncak 25.000 MW, daya mampu 33.000 MW. Jadi ada cadangan 20% (pada hari biasa)," tutur petugas control room pada Jonan, Kamis (15/6/2017).
"Jadi aman ya Pak saat Lebaran?" tanya Jonan. "Aman Pak," jawab petugas tersebut. "Control room tetap dijaga ya," Jonan berpesan.
Jonan kemudian bertanya pada Sofyan Basir, apakah pelayanan lapangan PLN tetap normal saat Lebaran. Sofyan mengatakan bahwa ada piket sejak seminggu sebelum Lebaran dan seminggu setelah Lebaran.
Foto: Michael Agustinus/detikFinance |
"Pelayanan lapangan bagaimana," tanya Jonan. "Ada piket saat Lebaran dr H-7 sampai H+7," jawab Sofyan.
Sofyan mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan Piket Lebaran 24 Jam, PLN tetap siaga menjaga pelayanan untuk masyarakat pada libur panjang Lebaran.
"Persiapan PLN, kita punya kantor di area, rayon-rayon, kalau ada permasalahan-permasalahan sudah diantisipasi. Kami juga punya Piket Lebaran 24 Jam di seluruh Indonesia. Mudah-mudahan tidak terjadi apapun, pasokan aman tidak ada gangguan," pungkasnya. (mca/ang)












































Foto: Michael Agustinus/detikFinance
Foto: Michael Agustinus/detikFinance