Konsumsi Listrik Daerah Wisata Melonjak Saat Lebaran

Konsumsi Listrik Daerah Wisata Melonjak Saat Lebaran

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 15 Jun 2017 11:37 WIB
Konsumsi Listrik Daerah Wisata Melonjak Saat Lebaran
Foto: Michael Agustinus/detikFinance
Jakarta - Menteri ESDM Ignasius Jonan hari ini berkunjung ke Pusat Pengatur Beban (P2B) Gandul untuk mengecek kesiapan PLN menjaga pasokan listrik saat Lebaran.

Dalam kunjungan ini, Jonan mendapat penjelasan bahwa pasokan listrik secara umum dipastikan aman karena konsumsi listrik saat Lebaran akan turun dibanding hari-hari biasa.

Beban puncak Sistem Jawa-Bali pada hari kerja mencapai 25.000 MW, tapi saat Lebaran tinggal 16.000 MW saja karena liburnya aktivitas industri. Meski demikian, konsumsi listrik akan naik di daerah-daerah tertentu, misalnya daerah wisata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jawa memang turun, tapi Bali naik. Di samping pulang kampung, banyak orang berwisata," kata Jonan di P2B Gandul, Jakarta, Kamis (15/6/2017).

Ini yang harus diwaspadai PLN. Jonan meminta BUMN kelistrikan itu lebih mewaspadai kenaikan kebutuhan listrik di daerah-daerah wisata pada musim mudik Lebaran nanti.

"Menurut informasi, (beban puncak) Jawa-Bali turun dari 24.000 MW ke 16.000 MW karena industri libur. Tapi daerah wisata di Jabar, Jateng, Jatim, Bali naik. PLN akan fokus karena pasti naik," ujarnya.

Ia juga meminta PLN memperhatikan pergerakan masyarakat saat mudik Lebaran tahun ini, itu akan mempengaruhi beban listrik di daerah-daerah. Jonan yakin PLN dapat mengantisipasinya karena sudah ada sistem kontrol yang bagus.

"Peta pergerakan masyarakat untuk melaksanakan hajatan besar kadang-kadang berubah walau tidak banyak. Tapi PLN punya suatu control system yang bagus. Jadi mestinya enggak masalah," pungkasnya. (mca/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads