Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, mengungkapkan Pemda dan pemangku adat di Pulau Dewata menginginkan adanya kemandirian listrik di Bali. Mereka tak ingin Bali bergantung pada pasokan dari pembangkit-pembangkit listrik di Jawa.
"Belum disepakati sama pemda dan pemangku adat di sana. Mereka ingin kelistrikan di Bali ada kemandirian," kata Sofyan saat ditemui di P2B Gandul, Jakarta, Kamis (15/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada ekses power yang luar biasa dari Jawa Timur, sebenarnya kita tujuannya untuk menciptakan keandalan listrik di Bali," ujarnya.
Sofyan mengaku masih heran kenapa pemda dan pemangku adat di Bali belum merestui pembangunan 'tol listrik' dari Jawa ke Bali. Pihaknya masih berdiskusi dengan pemda dan pembangku adat di sana.
"Saya enggak tahu persisnya, ini kita lagi bicara dengan mereka," tukasnya.
Belum dapat dipastikan apakah pembangunan SUTET 500 kV Bali Crossing akan diteruskan atau tidak. PLN harus bernegosiasi dulu dengan Pemda. "Kita belum tahu, harus ada keseimbangan sama Pemda," tutupnya.
Menurut informasi yang diperoleh dari sumber detikFinance, Pemda Bali menolak proyek ini karena ingin memperbesar PLTU Celukan Bawang.
Tetapi pemerintah pusat tak mau Bali menggunakan terlalu banyak batu bara. Sebagai destinasi wisata, udara Bali harus dijaga tetap bersih.
Selain itu, biaya produksi listrik lebih efisien kalau menggunakan PLTU di Jawa Timur. Keandalan pembangkit dan jaringan dari Jawa Timur juga sudah bagus. (mca/wdl)