Proyek 'Tol Listrik' 500 kV Jawa-Bali Terganjal Restu Pemda

Proyek 'Tol Listrik' 500 kV Jawa-Bali Terganjal Restu Pemda

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 15 Jun 2017 14:45 WIB
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) berkapasitas 500 kV yang menghubungkan sistem kelistrikan di Jawa dan Bali terhambat, karena tidak disetujui oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Bali dan pemangku adat setempat.

Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, mengungkapkan Pemda dan pemangku adat di Pulau Dewata menginginkan adanya kemandirian listrik di Bali. Mereka tak ingin Bali bergantung pada pasokan dari pembangkit-pembangkit listrik di Jawa.

"Belum disepakati sama pemda dan pemangku adat di sana. Mereka ingin kelistrikan di Bali ada kemandirian," kata Sofyan saat ditemui di P2B Gandul, Jakarta, Kamis (15/6/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SUTET 500 kV Bali Crossing sebenarnya bertujuan memperkuat pasokan listrik ke Bali. Ada surplus listrik yang besar di Jawa Timur, ini bisa dimanfaatkan untuk mendukung pariwisata di Bali. Dengan adanya perluasan transmisi 500 kV, PLTU di Jawa Timur bisa menyuplai ke Bali.

"Ada ekses power yang luar biasa dari Jawa Timur, sebenarnya kita tujuannya untuk menciptakan keandalan listrik di Bali," ujarnya.

Sofyan mengaku masih heran kenapa pemda dan pemangku adat di Bali belum merestui pembangunan 'tol listrik' dari Jawa ke Bali. Pihaknya masih berdiskusi dengan pemda dan pembangku adat di sana.

"Saya enggak tahu persisnya, ini kita lagi bicara dengan mereka," tukasnya.

Belum dapat dipastikan apakah pembangunan SUTET 500 kV Bali Crossing akan diteruskan atau tidak. PLN harus bernegosiasi dulu dengan Pemda. "Kita belum tahu, harus ada keseimbangan sama Pemda," tutupnya.

Menurut informasi yang diperoleh dari sumber detikFinance, Pemda Bali menolak proyek ini karena ingin memperbesar PLTU Celukan Bawang.

Tetapi pemerintah pusat tak mau Bali menggunakan terlalu banyak batu bara. Sebagai destinasi wisata, udara Bali harus dijaga tetap bersih.

Selain itu, biaya produksi listrik lebih efisien kalau menggunakan PLTU di Jawa Timur. Keandalan pembangkit dan jaringan dari Jawa Timur juga sudah bagus. (mca/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads