Harga Gas Masela US$ 5,86/MMBTU Baru Asumsi

Harga Gas Masela US$ 5,86/MMBTU Baru Asumsi

Michael Agustinus - detikFinance
Jumat, 16 Jun 2017 15:10 WIB
Harga Gas Masela US$ 5,86/MMBTU Baru Asumsi
Ilustrasi Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Baru-baru ini, pemerintah menyebutkan harga gas pipa dari Blok Masela akan dibanderol US$ 5,86/MMBTU untuk industri. Rencananya ada 3 industri yang mendapat gas dari Blok Masela, yaitu pabrik pupuk, methanol, dan dimetil eter.

Tapi angka US$ 5,86/MMBTU itu masih asumsi dari kajian awal yang dilakukan kontraktor Blok Masela, Inpex Corporation. Harga gas nantinya akan ditetapkan oleh Menteri ESDM melalui proses yang panjang.

"Itu angka asumsi dari Inpex sendiri, itu masih kajian awal mereka. Harga jual gas kan nanti ditetapkan Menteri ESDM, asumsi boleh," kata Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, dalam diskusi di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/6/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asumsi harga gas US$ 5,86/MMBTU itu dihitung bukan melalui formulasi. Arcandra menambahkan, itu bukan harga di hulu, tapi harga di pengguna akhir (industri).

"Harganya konstan, bukan berdasar formulasi. Itu bukan di wellhead, setelah pipa," tukasnya.

Inpex akan mendapatkan angka harga gas yang lebih akurat setelah melakukan Pre-Front End Engineering Design (Pre-FEED).

"Mereka akan masuk Pre-FEED lagi," kata Arcandra.

Dalam 3 bulan ini, sebelum Pre-FEED selesai, pemerintah akan mencari pembeli gas pipa dari Blok Masela. Nantinya Inpex dan industri pembeli gas akan menandatangani kontrak, tapi bukan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG).

Kontrak tersebut akan mengikat pembeli berdasarkan term and conditions. Jika syarat dan ketentuan terpenuhi, industri harus membeli gas, tidak boleh menghindar misalnya dengan alasan mendapat gas lebih murah di tempat lain.

"Bukan PJBG, tapi kontrak. Jadi ada klausul term and conditions di mana kalau term and conditions itu masuk, mereka enggak bisa lari. Kalau itu dipenuhi, dia harus beli. Tiga bulan ini kita cari pembeli untuk mendapatkan kontrak," tutupnya. (mca/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads