Direktur Perencanaan Korporat PLN, Nicke Widyawati, mengatakan bahwa sebagian besar produksi batu bara Indonesia diekspor, padahal kebutuhan untuk kelistrikan di dalam negeri makin meningkat.
Jika PLN tak menguasai hulu sampai hilir, mulai dari tambang batu bara sampai PLTU, bisa-bisa PLTU yang dioperasikan PLN kekurangan suplai batu bara. Hampir 60% listrik yang diproduksi PLN berasal dari pembangkit batu bara, itulah sebabnya jaminan pasokan amat penting.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Nicke, pihaknya harus menguasai sendiri tambang-tambang batu bara untuk paling sedikit 20% dari kebutuhan. Dengan kebutuhan sebanyak 80 juta ton batu bara per tahun, maka PLN perlu mencaplok sejumlah tambang hingga total produksinya 16 juta ton per tahun.
"Kita tidak minta semua konsesi, hanya 20% saja dari kebutuhan maksimum kita. Itu pun kita masuknya ke batu bara kalori rendah, untuk dibangun PLTU mulut tambang. Bukan beli tambang-tambang yang bisa dijual batu baranya ke luar," ia menjelaskan.
Rencananya, PLN nantinya membangun PLTU mulut tambang di tambang-tambang batu bara yang dikuasainya. Berdasarkan peraturan dari pemerintah, pemilik PLTU mulut tambang memang harus memiliki saham sekurang-kurangnya 10% di perusahaan yang memegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) setempat.
"Pemilik pembangkit mulut tambang itu harus punya minimal 10% kepemilikan di tambangnya. Beda dengan pembangkit non mulut tambang," ucapnya.
Penguasaan sumber-sumber batu bara juga membuat PLN bisa mendapatkan bahan bakar dengan harga lebih efisien. Bila biaya bahan bakar turun, biaya pokok penyediaan (BPP) listrik pun lebih rendah, tarif listrik PLN ke masyarakat jadi lebih murah.
"Pasti lebih efisien, BPP bisa turun. Di sisi lain kita bisa mengoptimalkan batu bara yang sulit dijual ke mana-mana," cetus Nicke.
Sekarang PLN sedang melihat-lihat dulu, tambang batu bara mana saja yang cocok untuk PLTU mulut tambang dan perlu dikuasai. Kalau cocok, PLN segera mengakuisisi perusahaan yang memegang IUP tambang batu bara tersebut.
"Kita memilih tambangnya dulu, kita lakukan due dilligence tambang-tambang yang radiusnya 20 km dari gardu induk PLN terdekat. Kita lihat mana yang harga batu baranya paling murah," tutupnya. (mca/ang)











































