Gas yang Lewat Makin Banyak, Tarif Pipa Arun-Belawan Harus Turun

Gas yang Lewat Makin Banyak, Tarif Pipa Arun-Belawan Harus Turun

Michael Agustinus - detikFinance
Jumat, 23 Jun 2017 13:53 WIB
Gas yang Lewat Makin Banyak, Tarif Pipa Arun-Belawan Harus Turun
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Dalam kunjungannya ke Medan pada akhir Maret 2017 lalu, Menteri ESDM Ignasius Jonan menyoroti mahalnya biaya distribusi gas ke pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Belawan.

Akibat mahalnya biaya distribusi ini, PLTGU Belawan tak bisa beroperasi dengan efisien. Biaya produksi listrik jadi mahal, tarif untuk masyarakat jadi susah diturunkan.


Ada sejumlah komponen biaya yang dibebankan ke PLN sehingga harga gas menjadi mahal begitu sampai di PLTGU Belawan. Ongkos regasifikasi di Terminal LNG Arun dan toll fee di pipa transmisi ruas Arun-Belawan totalnya lebih dari US$ 4/MMBTU.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gas untuk PLTGU Belawan berasal dari Tangguh di Papua, setelah diproses jadi LNG harganya sekitar US$ 6/MMBTU. Sampai di Terminal Penerimaan dan Regasifikasi LNG Arun, LNG diregasifikasi dengan biaya US$ 1,56/MMBTU.

Kemudian gas dialirkan ke PLTGU Belawan melalui pipa transmisi Arun-Belawan milik Pertagas yang mengenakan toll fee sebesar US$ 2,53/MSCF. Total biaya regasifikasi dan toll fee pipa transmisi saja sudah US$ 4,09/MMBTU. Harga gas jadi di atas US$ 10/MMBTU begitu sampai di PLTGU Belawan.


Sekarang PLN sedang bernegosiasi dengan Pertagas agar anak usaha Pertamina itu mau memangkas ongkos regasifikasi di Terminal LNG Arun dan toll fee pipa Arun-Belawan.

Pertagas bersedia mengurangi toll fee dan tarif regasifikasi yang dipungutnya asalkan PLN mau menambah volume gas yang diregasifikasi dan dialirkan lewat pipa Arun-Belawan.

"Sedang proses negosiasi, kita lagi tingkatkan utilisasinya. Jadi volume gasnya lebih banyak, tarifnya turun," kata Direktur Pengadaan PLN, Supangkat Iwan Santoso, kepada detikFinance, Jumat (23/6/2017).

Syarat itu bisa dipenuhi PLN karena sudah ada 2 pembangkit listrik baru di Sumatera Utara yang membutuhkan gas, yaitu Mobile Power Plant (MPP) Paya Pasir 75 MW dan Marine Vessel alias kapal listrik dari Turki yang berkapasitas 240 MW.


Dari MPP Paya Pasir saja akan ada tambahan volume gas 10 MMSCFD. "Ada PLTMG Paya Pasir, sama ada industri juga. PLTMG Paya Pasir kira-kira 10 MMSCFD," ujar Iwan.

Ke depan, PLN juga akan membutuhkan pasokan gas untuk PLTGU Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) 800 MW, PLTG Arun 184 MW, dan PLTG Arun Ekspansi 250 MW. "Nanti ada PLTGU Sumbagut 800 MW, bisa menambah aliran sekitar 80 MMSCFD," tutur Iwan.

Jadi utilisasi fasilitas regasifikasi dan pipa milik Pertagas akan semakin meningkat. Dengan demikian, tarif harus turun. (mca/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads