Instruksi Jonan Agar BBM dan Listrik Aman Saat Lebaran

Instruksi Jonan Agar BBM dan Listrik Aman Saat Lebaran

Maikel Jefriando - detikFinance
Minggu, 25 Jun 2017 14:10 WIB
Instruksi Jonan Agar BBM dan Listrik Aman Saat Lebaran
Foto: Michael Agustinus/detikFinance
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus melakukan persiapan dan pemantauan sejak jelang sampai dengan pasca Idul Fitri 1438 H/2017 di tiga Subsektor ESDM yaitu Subsektor Minyak dan Gas Bumi, Ketenagalistrikan dan Kebencanaan Geologi.

Satuan Tugas Nasional Sektor ESDM telah dibentuk dengan pimpinan Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa.

Berdasarkan, siaran pers yang diterima detikFinance, Minggu (25/6/2017), kondisi pasokan BBM dan listrik per tanggal 24 Juni 2017 secara umum terpantau aman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khusus untuk BBM, hanya ada satu depot kritis yaitu Terminal BBM Toli -Toli (kerosene), namun tidak menimbulkan kelangkaan BBM dikarenakan sudah ada rencana suplai selanjutnya dengan estimasi tanggal 25 Juni 2017 sebanyak 1.000 KL. Sementara itu untuk pendistribusian BBM dan LPG secara umum/nasional berjalan normal.

Proses penyaluran BBM dan LPG juga berjalan normal dan lancar, BBM jenis produk Minyak Solar, Kerosene, Pertamina dex mengalami penurunan penyaluran, sedangkan jenis BBM lain mengalami kenaikan antara lain Bensin Premium, Pertalite, Dexlite, Pertamax.

Stok BBM untuk jenis Premium adalah 22,25 hari, Solar sebanyak 24,30 hari, Pertalite 24,05 hari, Kerosene 89,97 hari, Pertamax 21,82 hari, Pertamax Turbo 28,08 hari, Pertamina Dex 28,54 hari, LPG 15,54 hari dan Avtur 28,40 hari.

Pada realisasi Pendistribusian BBM Tahun 2017 dari H-15 s.d H-1, terdapat kenaikan yang signifikan terjadi pada hari ke-7 (H-9) dengan kenaikan sebesar 64% apabila dibandingkan dengan realisasi pendistribusian BBM tahun 2016 pada periode yang sama. Sedangkan pada Realisasi Pendistribusian BBM Tahun 2017 hari ke-15 (H-1), terdapat kenaikan sebesar 10 %

"Saya berharap agar peningkatan konsumsi BBM ini dapat diantisipasi, di antaranya dengan menyediakan layanan produk BBM dalam bentuk kemasan di SPBU yang berada di jalur strategis. SPBU di jalur strategis juga diinstruksikan agar buka selama 24 jam dan menjaga ketahanan stoknya melalui penambahan Delivery Order (DO) serta membentuk SPBU kantong" ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Berikut update terkait antisipasi Pendistribusian BBM per 24 Juni 2017:

1. Telah beroperasi total 50 KiosK Pertamax di wilayah MOR III dan IV dan PT. AKR Corporindo, Tbk beroperasi 3 KiosK AKRA 92 di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

2. 10 serambi Pertamax telah dioperasikan sesuai dengan rencana.

3. Motor Pertamax sebanyak 83 unit siap beropersasi.

4. Hingga hari ini Jalur Tol Darurat Brebes-Semarang telah beroperasi dan sejak H-3 dioperasikan selama 24 jam dengan menggunakan penerangan lampu darurat

Pada sektor ketenagalistrikan secara nasional beban puncak siang sebagian besar dalam kondisi normal. Sistem kelistrikan wilayah kondisi normal sebanyak 20 daerah (cadangan cukup) dan 3 daerah dalam kondisi siaga (cadangan lebih kecil dari pembangkit terbesar) yaitu: Batam, Sorong + Papua Isolated dan Jayapura. Secara keseluruhan total pasokan nasional sebesar 26.648,27 MW. Beban puncak sebesar 19.288,12 MW sehingga cadangan operasi sebesar 7.360,15 MW.

Untuk periode Hari Raya Idul Fitri, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, beban puncak umumnya akan lebih rendah dibandingkan dengan kondisi di hari kerja. Namun permintaan listrik di pusat pariwisata seperti Pulau Bali dan daerah tujuan wisata lainnya akan naik pada periode ini. Untuk itu Jonan menginstruksikan agar PT PLN tetap siaga, mengingat waktu libur yang cukup panjang.

"Ini masa liburan yang besar sekali dan Pemerintah menetapkan libur bersamanya panjang, seminggu. Pasti konsumsi daerah-daerah wisata tidak akan turun. Memang kalau di Pulau Jawa, secara keseluruhan turun bebannya, sekitar 20 hingga 30%. Kalau di Bali, saat Natal atau tahun baru, apalagi seperti sekarang libur panjang Lebaran Idul Fitri, walaupun industri dan usaha tutup, demand-nya tidak banyak berubah. Kalau turun, maksimum 5%. Jadi harus siaga," ujar Menteri Jonan.

Sedangkan untuk sektor kebencanaan Geologi telah terjadi 1 (satu) kali kejadian gerakan tanah di Kabupaten Gowa, laporan dan rekomendasi telah dibuat serta pembaruan database. Sementara itu, monitoring menerus terhadap Gunung Sinabung dengan tingkat aktivitas level IV (Awas), tidak terekam aktivitas letusan pada tanggal 24 Juni 2017.

Sementara itu terdapat 17 gunung api dalam tingkat aktivitas level II (Waspada), yaitu: G.Karangetang, G.Lokon, G.Rinjani, G. Soputan, G. Sangeanapi, G. Rokatenda, G. Dukono, G. Ibu, G.Gamkonora, G. Gamalama, G. Banda Api, G. Semeru, G.Bromo, G. Anak Krakatau, G.Dempo, G.Marapi dan G.Kerinci. Dalam bulan Juni 2017 tingkat aktivitasnya masih level II (Waspada), tidak ada kejadian bencana yang mengakibatkan korban harta dan korban jiwa. (mkj/mkj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads