Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan menilai, kondisi tersebut dipicu oleh pemudik yang lebih banyak beralih ke moda transportasi darat, sehingga pengguna moda transportasi udara menurun.
"Ada yang menarik yakni penggunaan Avtur yang meningkat dari hari biasa itu 2,3% , kalau tahun lalu itu naik hampir 8%, hal ini mungkin disebabkan banyak pemudik yang menggunakan jalur darat," ujar Jonan seperti dikutip dari Laman Kementerian ESDM, Minggu (2/7/2017)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi tersebut disadari Jonan bahwa di momen Lebaran masyarakat tidak terpengaruh dengan selisih harga antara Premium dan Pertalite. Masyarakat tetap memilih BBM dengan kualitas terbaik.
Sementara itu, total produk BBM dinyatakan turun 19% akibat aktivitas angkutan truk dan industri yang berhenti beroperasi selama libur Lebaran. Kondisi tersebut membuat penggunaan Solar yang public service obligation (PSO) turun 20% dibanding rata-rata dibandingkan hari biasa, Solar Dexlite 8% dan Pertamina Dex 6%.
Lebih lanjut, konsumsi BBM mencapai puncaknya terjadi pada H-1 libur lebaran. Sementara puncak penyaluran LPG dan Avtur terjadi pada H-2. Penggunaan LPG pada libur lebaran kali ini meningkat sebesar rata-rata sebesar 2% (LPG 3 Kg naik 5%, LPG 12 Kg turun 7%, Bright Gas turun 2%, LPG 50 Kg turun 7% dan LPG Bulk turun 17%).
Secara Nasional, wilayah Jawa Tengah memiliki persentase kenaikan konsumsi tertinggi, hingga 43% bila dibandingkan konsumsi pada hari biasa. Provinsi selanjutnya yang melakukan konsumsi tertinggi adalah Provinsi Jawa Barat dan diposisi ketiga yakni Sumatera bagian Selatan, dengan prosentase kenaikan sebesar 17%. (dna/dna)











































