"Kami bekerja sama dengan KBRI Meksiko misalnya. Ada diasporanya Meksiko, kami bahas mengenai masalah bagaimana kami bisa mengekspor batu bara ke Meksiko," ujar Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, usai pertemuan Diaspora Indonesia dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (3/7/2017).
Setiap negara berusaha menaikkan nilai ekspornya, kata Retno. Terlebih karena kondisi ekonomi dunia belum stabil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi, kata Retno, berpesan agar para Diaspora bisa menarik investor ke dalam negeri. Sehingga lebih banyak dana segar yang masuk untuk pembangunan.
"Bagi diaspora dan pemerintah berarti kita bersinergi untuk membangun bangsa," imbuh Retno.
Dikutip dari Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor batu bara Indonesia menurun sejak tahun 2011. Pada 2011 nilai ekspor batu bara Indonesia mencapai US$ 27.221,9 juta, lalu terus menurun hingga tahun 2015 tercatat senilai US$ 15.999 juta. Penurunan ini memang lebih disebabkan karena turunnya harga batu bara di pasar dunia.
India negara yang paling banyak membeli batu bara dari Indonesia, yakni sebanyak 124 juta ton pada 2015, diikuti China sebanyak 72 juta ton. Meksiko belum tercatat menerima ekspor batu bara dari Indonesia. (bpn/wdl)











































