Bisakah Tarif Listrik Turun Tahun Depan? Ini Jawaban Jonan

Bisakah Tarif Listrik Turun Tahun Depan? Ini Jawaban Jonan

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 05 Jul 2017 16:43 WIB
Bisakah Tarif Listrik Turun Tahun Depan? Ini Jawaban Jonan
Foto: Michael Agustinus
Jakarta - Menteri ESDM, Ignasius Jonan, menetapkan tidak akan ada kenaikan tarif listrik mulai dari 1 Juli 2017 sampai 31 Desember 2017. Ini berlaku untuk semua golongan pelanggan, baik subsidi maupun non subsidi. Kalau bisa malah tarif listrik turun, bukan hanya tidak naik saja.

Jonan ingin PLN terus melakukan efisiensi, sehingga tarif listrik bisa turun per 3 bulan sekali. Ia optimistis tarif listrik pada 2018 bisa lebih terjangkau dibanding tahun ini.

"Bisa enggak tarif listrik 2018 turun lagi? Mudah-mudahan bisa. Kita minta kalau bisa PLN tiap 3 bulan berkomitmen turunkan tarifnya," kata Jonan dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (5/7/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jonan optimistis tarif listrik bisa makin murah, karena ada berbagai komponen biaya yang semakin rendah, misalnya biaya bahan bakar untuk pembangkit listrik. Menurutnya, harga minyak, gas, dan batu bara dalam tren menurun.

"ICP (Indonesian Crude Price) itu trennya turun. Kita lihat dari awal tahun, trennya turun. Gas alam itu posisinya sekarang di dunia buyer's market. Yang mengendalikan harga pembelinya, produsennya sudah terlalu banyak," ujarnya.

Perkembangan teknologi pembangkit listrik juga mendorong efisiensi. Turbin dan boiler semakin sedikit mengonsumsi bahan bakar. Biaya investasinya juga makin menurun.

"Turbin gas yang baru, juga boiler PLTU yang baru, itu konsumsinya bahan bakarnya sudah jauh lebih rendah. Teknologi makin canggih, investasinya makin murah," ucapnya.

Penurunan tarif listrik akan sangat bermanfaat untuk masyarakat. Untuk pelanggan industri misalnya, biaya listrik yang lebih efisian tentu meningkatkan daya saing.

"Kalau bisa lebih banyak golongan pelanggan bisa turun. Kita akan coba sebisa mungkin. Contohnya untuk industri, kita memerlukan daya saing yang luar biasa, Bapak Presiden sudah minta listrik sebagai salah satu tonggak untuk meningkatkan daya saing. Kalau lebih terjangkau, semua kegiatan ekonomi lebih efisien," tegasnya.

Jonan ingin rata-rata tarif listrik industri yang sekarang Rp 1.100/kWh bisa turun menjadi Rp 800-900/kWh dalam 3 tahun.

"Tarif industri sekarang kira-kira sekitar Rp 1.100/kWh, kita punya target sampai 2020 kalau bisa Rp 800-900/kWh. Rumah tangga sama, dari Rp 1.400/kWh kita akan berusaha untuk makin turun. Ini memang tantangannya besar," ujarnya.

Demikian juga tarif listrik rumah tangga, Jonan berharap PLN bisa menurunkannya perlahan-lahan dalam 2 tahun ke depan. "Harapan kami sampai 2 tahun ke depan pelan-pelan turun misalnya 5%. Kalau enggak bisa 2 tahun ya sampai 2020 kita teruskan," tutupnya. (mca/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads