Nominal ini disebut Djarot sepadan dengan wilayah Jakarta yang tidak terlalu besar.
"Iya (mendapat 20,20 persen), karena wilayahnya juga lebih kecil," kata Djarot di Gedung Sate, Jl Diponegoro, Bandung, Senin (10/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun yang terlebih penting menurut Djarot adalah kerja sama ini membuktikan kedua wilayah provinsi yang terlibat tidak saling pongah atas sumber daya masing-masing. Ia memastikan kerja sama ini bertujuan untuk kepentingan masyarakat di wilayah itu sendiri.
"Inilah sebetulnya saling kesepahaman ya, pemahaman satu sama lain tanpa menonjolkan ego masing-masing. Karena bagaimana pun juga disamping daerah itu punya rasa memiliki, menjaga merawat dan merasakan toh ujung-ujungnya dikembalikan lagi kepada masyarakat di wilayah masing-masing," terangnya.
Pengembalian pada masyarakat ini bisa dalam bentuk pembangunan, subsidi, dan lainnya. Djarot tak lupa mengucapkan terima kasih pada Guberbur Jabar Ahmad Heryawan yang turut hadir atas kerjasama tersebut.
Ia berharap kerja sama kedua provinsi besar ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain.
"Makanya saya senang sekali, bangga, terima kasih Pak Gubernur karena ini kita kasih contoh," ucap Djarot.
"Ini pertama kali 2016 Permen-nya, 2017 sudah langsung kesepakatan. Pertama kali mudah-mudahan ini bisa diikuti oleh wilayah-wilayah lain," tambahnya. (nth/hns)











































