Follow detikFinance
Rabu 12 Jul 2017, 13:10 WIB

RI Masih Surplus Gas, Ada 18 Kargo LNG Belum Terjual

Michael Agustinus - detikFinance
RI Masih Surplus Gas, Ada 18 Kargo LNG Belum Terjual Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Meski Neraca Gas Bumi Tahun 2016-2035 memperkirakan Indonesia sudah mulai jadi importir gas pada 2019, nyatanya sampai sekarang di dalam negeri masih surplus gas.

Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, mengungkapkan ada sekitar 18 kargo gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) yang belum mendapat pembeli.

"Tahun ini masih ada sekitar 16-18 kargo LNG (ekses LNG yang belum terjual)," kata Wirat saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Surplus LNG ini sebagian besar berasal dari Kilang LNG Bontang. Sebagian lagi dari Tangguh. "Ada dari Bontang dan Tangguh, tapi sebagian besar dari Bontang," ungkapnya.

Wirat berharap uncommitted LNG tersebut dapat dijual ke pasar domestik, tak perlu diekspor. "Kita berharap sih untuk dalam negeri, pada saat menenderkan ini semua stakeholder diundang dari dalam maupun luar negeri," katanya.

Surplus LNG akan ditawarkan pertama-tama ke PLN untuk kelistrikan. "Pertama ditawarin ke PLN karena mereka ngambilnya ukurannya besar dan untuk listrik itu kan prioritas," tutupnya.

Jika tak ada pembeli di dalam negeri, terpaksa LNG tersebut harus diekspor. (mca/wdl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed