Follow detikFinance
Rabu 12 Jul 2017, 13:37 WIB

Pertamina Sudah Teken Kontrak Tapi RI Batal Impor Gas, Bagaimana Ini?

Michael Agustinus - detikFinance
Pertamina Sudah Teken Kontrak Tapi RI Batal Impor Gas, Bagaimana Ini? Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - PT Pertamina (Persero) sejak 2014 lalu telah menandatangani kontrak impor gas alam cair (Liquid Natural Gas/LNG) sebesar 1,5 juta ton per tahun dari Cheniere Corpus Christi, perusahaan asal Amerika Serikat (AS).

Selain itu, pada April 2017 lalu Pertamina juga sudah menandatangani kontrak impor gas dari ExxonMobil sebanyak 1 juta ton tiap tahun mulai dari 2025 sampai 2045. Kontrak-kontrak pembelian LNG ini dibuat karena diperkirakan Indonesia sudah butuh gas impor mulai 2019.

Tapi ternyata dalam perhitungan terbaru pemerintah, Indonesia tak butuh impor gas pada 2019. Begitu juga pada 2025, kemungkinan tak perlu impor karena ada pasokan gas sangat besar dari Blok Masela.

Tapi Pertamina sudah terlanjur menandatangani kontrak impor, bagaimana solusinya?

Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, mengatakan LNG yang diimpor Pertamina bisa saja dijual lagi ke negara lain yang membutuhkan. Jadi tidak harus untuk kebutuhan dalam negeri.

"Yang jelas Pertamina ini enggak impor hanya untuk Indonesia, dia kan go global. Mereka ada bisnis di berbagai negara. Bisa saja dijual lagi ke Bangladesh atau ke mana," kata Wirat saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Sebagai informasi, berdasarkan Neraca Gas Bumi Indonesia Tahun 2016-2035 yang diluncurkan Kementerian ESDM pada 3 Mei 2017, Indonesia mulai impor gas pada 2019.

Di 2019, diperkirakan Indonesia butuh gas impor sebanyak 1.672 MMSCFD, lalu pada 2020 sebesar 1.677 MMSCFD, kemudian 3.552 MMSCFD pada 2025, 3.722 MMSCFD di 2030, meningkat terus sampai3.548 MMSCFD pada 2035.

Tapi kebutuhan dalam negeri tidak setinggi yang diperkirakan dan ada tambahan produksi gas. Kemungkinan impor gas akan mundur atau bahkan tidak diperlukan sama sekali, neraca gas direvisi akhir tahun ini.

Ada tambahan pasokan gas dari Lapangan Jangkrik, Tangguh Train 3, dan Blok Masela yang bisa menutup kebutuhan domestik. (mca/wdl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed