Follow detikFinance
Kamis 13 Jul 2017, 13:56 WIB

Jonan Ingin Kembangkan Mobil Listrik, Pasokan Listriknya Cukup?

Michael Agustinus - detikFinance
Jonan Ingin Kembangkan Mobil Listrik, Pasokan Listriknya Cukup? Foto: Jhoni Hutapea
Jakarta - Baru-baru ini, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengirim surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyampaikan ide pengembangan mobil listrik. Jonan mendapat inspirasi setelah menghadiri Eight Clean Energy Ministerial (CEM8) di China pada Juni 2017 lalu.

Jika Indonesia benar-benar serius akan mengembangkan mobil listrik, tentu sarana dan prasarana pendukungnya perlu disiapkan agar masyarakat bisa mengendarainya di jalan raya dengan aman dan nyaman.

Salah satunya, harus diperhitungkan kecukupan pasokan listrik di Indonesia. Mobil listrik tentu hanya bisa cocok dipakai di daerah-daerah yang suplai listriknya sudah andal. Di daerah yang masih defisit listrik sehingga ada pemadaman bergilir alias byar pet, mobil listrik bakal menambah masalah.

Terkait hal ini, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Andy N Sommeng, menyatakan bahwa pasokan listrik tak perlu dikhawatirkan, pasti cukup karena ada proyek 35.000 MW.

"Enggak ada masalah, malah bagus. Dengan adanya program 35.000 MW, mobil listrik itu salah satu target untuk demand listrik. Ngapain kita bangun pembangkit banyak-banyak tapi enggak ada demand?" kata Andy saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (13/7/2017).

Ia memberi gambaran, cadangan daya di Pulau Jawa akan mencapai 40%. Jadi pengguna mobil listrik tak perlu khawatir kekurangan setrum untuk mengisi baterai.

Pengembangan mobil listrik juga sejalan dengan program 35.000 MW. Sebab, mobil-mobil listrik akan meningkatkan permintaan listrik, surplus listrik dari program 35.000 MW bisa terserap.

"Reserve margin di Jawa kalau program 35.000 MW selesai bisa sampai 40%. Itu kan harus ada permintaan. Kalau hanya untuk rumah tangga dan sebagainya ya kelebihan," ucapnya.

Pihaknya juga siap menyediakan stasiun-stasiun pengisian listrik jika pengembangan mobil listrik serius dijalankan. PLN dapat ditugaskan untuk membangunnya.

"Kita akan endorse stasiun pengisian listrik, apakah bentuknya kayak tabung LPG yang bisa dipindah-pindahkan. Sumbernya bisa dari PLN," cetus Andy.

Pengembangan mobil listrik akan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) yang sebagian besar berasal dari impor. Dampaknya sangat positif untuk kedaulatan energi nasional.

"Ke depan kita harus mengurangi bahan bakar fosil, termasuk transportasi, lebih baik pakai listrik," tutup Andy. (mca/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed