Follow detikFinance
Kamis 13 Jul 2017, 14:57 WIB

Status Premium di Jawa-Madura-Bali akan Jadi BBM Penugasan

Michael Agustinus - detikFinance
Status Premium di Jawa-Madura-Bali akan Jadi BBM Penugasan Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Dalam rapat kerja antara Komisi VII DPR RI dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan pada Senin (10/7/2017), para anggota dewan mempertanyakan banyaknya SPBU yang tidak menjual BBM jenis premium. Padahal, banyak masyarakat yang membutuhkan premium.

Data Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkapkan, ada 1.094 dari total 6.280 SPBU di seluruh Indonesia tidak menjual premium.

Dari 1.094 SPBU itu, sebanyak 800 di antaranya berada di wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali). Sedangkan 3.306 SPBU lainnya di Jamali masih menjual premium. Artinya 20% SPBU di Jamali tak menjual premium.

Sedangkan di luar Jamali, ada 294 dari total 2.194 SPBU yang tidak menyediakan premium. Jadi sekitar 13% SPBU yang tidak ada premium.

Mengenai masalah ini, Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, menerangkan premium di Jamali digolongkan sebagai bahan bakar umum, sama seperti pertamax series. Ini diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 (Perpres 191/2014).

Jadi Pertamina tak wajib menjualnya di tiap SPBU. Yang wajib disalurkan Pertamina ke seluruh Indonesia adalah solar subsidi.

"Penugasan itu kan premium sama solar di Jamali, jadi kalau yang di dalam Jamali itu tidak ditugaskan kalau premiumnya. Kalau solar ditugaskan di Jamali. Kalau premium itu di luar Jamali itu bukan penugasan," kata Wirat saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (13/7/2017).

Di sisi lain, Perpres 191/2014 saat ini sedang dalam proses revisi. Dalam aturan hasil revisi, premium akan digolongkan sebagai BBM penugasan di seluruh Indonesia termasuk Jamali.

"Di revisi Perpes 191 yang kita sedang siapkan, premium jadi penugasan di seluruh Indonesia karena program BBM Satu Harga, supaya mencapai satu harga itu. Revisinya sedang disiapkan, sudah hampir selesai," ujar Wirat.

Sementara itu, Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa menegaskan, di luar Jamali premium berstatus sebagai BBM penugasan, Pertamina wajib mendistribusikannya ke semua SPBU. Kalau ada SPBU di luar Jamali yang tidak menjual premium, itu merupakan pelanggaran.

"Kami menugaskan pada Pertamina untuk SPBU yang di luar Jamali tadi mesti menjual premium karena ini penugasan pemerintah," tutup Wirat. (mca/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed