Follow detikFinance
Senin 17 Jul 2017, 12:15 WIB

Luhut: 10 Tahun Lagi Mobil Listrik akan Kuasai Pasar Otomotif

Michael Agustinus - detikFinance
Luhut: 10 Tahun Lagi Mobil Listrik akan Kuasai Pasar Otomotif Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta - Wacana pengembangan mobil listrik di Indonesia kembali mencuat. Baru-baru ini, Menteri ESDM, Ignasius Jonan, mengirim surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyampaikan ide tersebut. Jonan mendapat inspirasi, setelah menghadiri Eight Clean Energy Ministerial (CEM8) di China pada Juni 2017 lalu.

Terkait hal ini, Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengungkapkan perkembangan teknologi mobil listrik saat ini sudah sangat pesat. Ia memperkirakan, satu dekade lagi mobil listrik bakal menggantikan mobil-mobil konvensional yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

"Kita sekarang melihat mobil listrik, dalam 5 tahun ke depan sudah masuk market. 10 tahun ke depan menguasai Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lain. Tentu besar sekali dampaknya," kata Luhut, saat ditemui usai Kongres Teknologi Nasional di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Perubahan besar ini perlu diantisipasi, Indonesia harus menguasai teknologi mobil listrik dan memproduksinya secara massal di dalam negeri agar nantinya tidak hanya jadi importir. Pasar domestik jangan sampai direbut negara lain.

"Menurut saya pengembangan mobil listrik mesti kita antisipasi karena akan berdampak pada pengurangan konsumsi bahan bakar fosil. Kalau itu terjadi, kita jangan jadi market orang dong," tegasnya.

Sekarang pemerintah sedang menyiapkan strategi dan kebijakan untuk mempercepat pembangunan industri mobil listrik di dalam negeri. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), kata Luhut, akan memegang peranan penting.

"Kita lagi bicarakan itu, kita dorong supaya maju, Pak Unggul (Kepala BPPT) ternyata sudah ada prototype-nya mobil listrik. Kita coba. Sekarang lagi kita kejar semua. BPPT saya kira punya peranan penting. Peran BPPT jadi penting sekali. Selama ini kita kurang memanfaatkan BPPT," tukas dia.

Targetnya, ada pabrik mobil listrik di dalam negeri. "Kita harus punya pabrik sendiri. Kita dorong misalnya Toyota, mau enggak dia bikin mobil listrik? Tapi itu akan mengubah sekali, enggak ada lagi block mesin, gear box," tutupnya. (mca/wdl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed