Follow detikFinance
Senin 17 Jul 2017, 12:20 WIB

Luhut: RI Harus Mulai Bikin Mobil Listrik Agar Tak Jadi Importir

Michael Agustinus - detikFinance
Luhut: RI Harus Mulai Bikin Mobil Listrik Agar Tak Jadi Importir Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta - Teknologi mobil listrik sudah semakin maju, baterainya semakin ringan dan berkapasitas besar, banyak pabrikan yang sudah memproduksi massal mobil listrik.

Pasar domestik sangat besar, harus bisa dimanfaatkan oleh industri di dalam negeri sebelum direbut oleh asing. Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif bagus, permintaan mobil akan terus meningkat, termasuk nantinya mobil listrik.

Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, memperkirakan sepuluh tahun lagi mobil listrik sudah menggantikan mobil-mobil konvensional yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

Ini harus diantisipasi oleh Indonesia. Kalau tak segera membangun industri di dalam negeri, mobil-mobil listrik impor akan membanjiri jalanan di Indonesia pada masa depan.

"Sekarang kita harus melihat, kalau tidak nanti kita jadi market (pasar) negara-negara lain, jangan dong," kata Luhut usai membuka Kongres Teknologi Nasional di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Jika Indonesia berhasil mengembangkan mobil listrik, bukan hanya impor kendaraan bermotor saja yang turun, tapi juga impor BBM. Dampaknya sangat positif buat perekonomian nasional.

"Menurut saya pengembangan mobil listrik mesti kita antisipasi karena akan berdampak pada pengurangan konsumsi bahan bakar fosil. Kalau itu terjadi, kita jangan jadi market orang dong," ujarnya.

Sekarang pemerintah sedang menyiapkan strategi dan kebijakan untuk mempercepat pembangunan industri mobil listrik di dalam negeri. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), kata Luhut, akan memegang peranan penting.

"Kita lagi bicarakan itu, kita dorong supaya maju, Pak Unggul (Kepala BPPT) ternyata sudah ada prototype-nya mobil listrik. Kita coba. Sekarang lagi kita kejar semua. BPPT saya kira punya peranan penting. Peran BPPT jadi penting sekali. Selama ini kita kurang memanfaatkan BPPT," tutupnya. (mca/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed