Saat masih menjabat sebagai Menteri BUMN di era pemerintahan SBY, Dahlan pernah mencoba merintis pengembangan mobil listrik di Indonesia.
Kini wacana pengembangan mobil listrik kembali mencuat setelah Menteri ESDM Ignasius Jonan mengirim surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Juni lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadi mengaku menyambangi Dahlan utamanya untuk bersilaturahmi saja, tidak ada agenda tertentu. Mobil listrik memang jadi salah satu topik pembicaraan mereka dalam pertemuan 2 hari lalu, tapi tidak dibahas secara khusus dan mendalam.
"Saya main kemarin hari Minggu, silaturahmi, halal bihalal saja dengan Pak Dahlan. Mengobrol saja, beliau kan passion-nya memang itu (mobil listrik)," kata Hadi saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (18/7/2017).
Ia pun sempat mencicipi mobil listrik merek Tesla milik Dahlan. "Beliau menunjukkan mobil Tesla seri S, itu tingkatnya sama dengan Mercedes Seri S. Saya dikasih kesempatan untuk mencoba, itu saja," tuturnya.
Namun, katanya, Dahlan tak memberikan saran, kritik, atau masukan apa pun soal pengembangan mobil listrik yang sekarang ingin didorong Jonan.
"Enggak ada spesifik soal itu, ngobrol saja," tukas Hadi.
Pengembangan mobil listrik di dalam negeri, Hadi menerangkan, dipandang perlu oleh Jonan karena perubahan yang datang begitu cepat perlu diantisipasi oleh pemerintah. Kalau Indonesia tak memulai pengembangan mobil listrik, nanti tertinggal dari negara-negara lain.
"Faktanya di dunia mobil listrik semakin berkembang, teknologinya sudah sangat advance, Tesla sudah mulai bikin mobil listrik sejuta umat. Ada pabrikan yang mulai 2019 beralih ke mobil listrik. Perubahan datang lebih cepat dari yang kita kira, Indonesia harus serius memikirkan itu," tegasnya.
Jika berhasil mengembangkan mobil listrik, Indonesia akan mendapat banyak manfaat. Bukan impor mobil saja yang berkurang, tapi juga impor bahan bakar minyak (BBM). Lingkungan juga lebih bersih karena mobil listrik tak menghasilkan emisi karbon.
Sejauh ini, Jonan tak menyiapkan rencana apapun soal pengembangan mobil listrik karena itu tugas Kementerian Perindustrian (Kemenperin), bukan bagian dari fungsi Kementerian ESDM.
"Pengembangan mobil listrik domain Kemenperin, concern kita bagaimana penggunaan energi fosil berkurang sehingga impor kita juga berkurang, mendorong energi bersih," tutupnya.
Hadi juga memposting pertemuannya dengan Dahlan di jejaring sosial Facebook, berikut postingannya:
Berkesempatan ngobrol lepas berdua dg Pak Dahlan Iskan adalah luar biasa. Apalagi diberi kesempatan jajal Tesla Tipe S yang nongkrong dengan anggun di carport rumahnya di Ketintang, Surabaya, Sabtu 15/7.
Era mobil listrik akan datang lebih cepat dari yang bisa kita kira.
#MobilListrikUtkIndonesia
Foto: Dok. Facebook Hadi M Djuraid |












































Foto: Dok. Facebook Hadi M Djuraid