Mantan Putri Indonesia Jadi Tenaga Ahli Jonan, Ini Penjelasan ESDM

Mantan Putri Indonesia Jadi Tenaga Ahli Jonan, Ini Penjelasan ESDM

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 26 Jul 2017 13:47 WIB
Mantan Putri Indonesia Jadi Tenaga Ahli Jonan, Ini Penjelasan ESDM
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Beredar foto-foto Menteri ESDM Ignasius Jonan bersama Indira Soediro, pemenang Putri Indonesia tahun 1992, di jagad Media Sosial. Indira sekarang menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri ESDM.

Pengangkatan Indira sebagai Tenaga Ahli ini dipertanyakan banyak pihak, begitu juga foto-fotonya bersama Jonan di berbagai kesempatan.

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Komunikasi, Hadi M Djuraid, memberikan klarifikasi melalui akun twitter untuk menepis isu negatif tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam cuitannya, Hadi menjelaskan bahwa Indira telah diangkat menjadi Tenaga Ahli Komunikasi Kementerian ESDM sejak 1 April 2017. Tugasnya adalah untuk menjalin komunikasi dengan media dan lembaga internasional. Jabatan Tenaga Ahli disediakan untuk profesional dari luar kementerian.

Indira juga ditugaskan untuk menjadi moderator dalam acara-acara yang menggunakan bahasa inggris dan menerima tamu dari mancanegara.

"Terhitung sejak 1/4/17 Indira direkrut Kementerian ESDM sebagai Tenaga Ahli Komunikasi. Tugas Indira spesifik untuk media intrnasional dan hubungan lembaga intrnasional," kata Hadi seperti dikutip detikFinance, Rabu (26/7/2017).

Indira diajak Jonan dalam berbagai kegiatan dan kunjungan Kementerian ESDM agar dapat menguasai berbagai permasalahan di Kementerian ESDM. Tidak ada maksud lain.

"Tiga bulan pertama, Indira hampir selalu ada di kunjungan/kegiatan Menteri untuk akselerasi pengetahuan dan wawasan tentang ESDM. Cara efektif untuk itu adalah libatkan dalam kegiatan, sehingga bisa dengar dan simak langsung pemikiran, kebijakan, dan program Menteri ESDM," paparnya.

Hadi juga menepis anggapan adanya kedekatan khusus antara Jonan dengan Indira. "Indira selalu posting di Instagram foto-foto kunjungan/kegiatan dengan Menteri dan lain-lain. Foto-foto dengan Jonan yang beredar diambil dari instagramnya. Foto-foto itu biasa saja, tidak spesial, tidak aneh, tidak langgar norma susila. Foto dengan pejabat lain seperti Wamen dan Dirjen juga ada," ucapnya.

Kemudian terkait foto adanya spanduk di depan Kementerian ESDM yang bunyinya tuntutan untuk mengusir Indira, Hadi mengungkapkan bahwa spanduk itu dipasang di luar pagar Gedung Ditjen Ketenagalistrikan pada dini hari tanggal 19 Juli 2017. Tidak ada demonstrasi untuk mengusir Indira.

Tidak diketahui siapa pemasang spanduknya. "Pemasang spanduk adalah pengecut, karena pasang dini hari saat gelap, lalu kabur. Tidak ada demo. Pemasang spanduk pengecut itu hanya ingin pasang, potret, lalu kabur untuk sebar foto," katanya.

Menurut Hadi, ada yang sengaja menghembuskan fitnah untuk menjatuhkan Jonan.

"Jadi tuduhan akun anonymous ada skandal di ESDM, atau ada inisial IPPS bisa atur proyek, jelas super ngawur. Di tengah ramai isu reshuffle, mesti super hati-hati sikapi informasi. Semoga menjernihkan kekeruhan yang telanjur meluas," tutupnya. (mca/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads