PLN Dapat 'Lampu Hijau' untuk Beli Tambang Batu Bara

PLN Dapat 'Lampu Hijau' untuk Beli Tambang Batu Bara

Michael Agustinus - detikFinance
Jumat, 04 Agu 2017 18:47 WIB
PLN Dapat Lampu Hijau untuk Beli Tambang Batu Bara
Foto: Dok. Humas PLN.
Jakarta - PT PLN (Persero), BUMN yang bergerak di sektor kelistrikan, berencana mengakuisisi perusahaan tambang batu bara, demi mengamankan pasokan batu bara untuk pembangkit-pembangkit listrik.

Direktur Pengadaan PLN, Supangkat Iwan Santoso, menyatakan rencana PLN mencaplok tambang batu bara ini sudah mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

"PLN sudah diberi lampu hijau oleh pemerintah, silakan kalau mau akuisisi tambang," kata Iwan saat ditemui Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (4/8/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iwan mengungkapkan, sebagian besar produksi batu bara Indonesia diekspor, padahal kebutuhan untuk kelistrikan di dalam negeri makin meningkat. Harga batu bara di pasar pun naik turun, di luar kendali PLN.

Jika PLN tak menguasai hulu sampai hilir, mulai dari tambang batu bara sampai PLTU, bisa-bisa PLTU yang dioperasikan PLN kekurangan suplai batu bara. Hampir 60% listrik yang diproduksi PLN berasal dari pembangkit batu bara, itulah sebabnya jaminan pasokan amat penting.

"Kalau kita hanya mengandalkan batu bara di pasar, harganya naik turun. 55% pasokan listrik sekarang dari pembangkit batu bara. Harga di luar kendali PLN. Jadi PLN berupaya secara jangka panjang pasokan bisa kita amankan," ujarnya.

PLN ingin menguasai sendiri tambang-tambang batu bara untuk paling sedikit 20% dari kebutuhan. Dengan kebutuhan sebanyak 80 juta ton batu bara per tahun, maka PLN perlu mencaplok sejumlah tambang hingga total produksinya 16 juta ton per tahun.

Rencananya, PLN nantinya membangun PLTU mulut tambang di tambang-tambang batu bara yang dikuasainya. Berdasarkan peraturan dari pemerintah, pemilik PLTU mulut tambang memang harus memiliki saham sekurang-kurangnya 10% di perusahaan yang memegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) setempat.

Penguasaan sumber-sumber batu bara juga membuat PLN bisa mendapatkan bahan bakar dengan harga lebih efisien. Bila biaya bahan bakar turun, biaya pokok penyediaan (BPP) listrik pun lebih rendah, tarif listrik PLN ke masyarakat jadi lebih murah.

Sekarang PLN sedang melihat-lihat dulu, tambang batu bara mana saja yang cocok untuk PLTU mulut tambang dan perlu dikuasai. Kalau cocok, PLN segera akuisisi perusahaan yang memegang IUP tambang batu bara tersebut.

"Diharapkan tahun ini sudah ada progres. Kita belum tentukan target secara pasti, tapi kami jajaki (akuisisi perusahaan tambang) banyak yang senang. Saya belum bisa sebutkan perusahaan mana karena belum deal," tutupnya. (mca/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads