130 Rumah Perbatasan RI-Timor Leste Dapat Sambungan Listrik Gratis

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 07 Agu 2017 21:18 WIB
Sambungan Listrik (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta - PLN memberikan bantuan pemasangan listrik gratis untuk 130 rumah, sekolah dan lampu penerangan jalan (LPJ) senilai lebih dari Rp 450 juta untuk pulau terpencil Liran yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Penyerahan bantuan dan simbolisasi penyalaan listrik dilakukan langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno didampingi Direktur Utama PLN Sofyan Basir dan Direktur Regional Maluku Papua PLN Ahmad Rofiq di SMP 7 Liran, Pulau Liran, Maluku.

Dalam sambutannya, Rini Soemarno kembali menegaskan BUMN sebagai agen pembangunan harus bersinergi untuk membangun Indonesia.

"BUMN harus hadir di tengah masyarakat terutama di daerah perbatasan, terluar dan terdepan," ungkap Rini dalam keterangan tertulis, Senin (7/8/2017).

Pada kesempatan yang sama, Sofyan Basir menyatakan bahwa pihaknya mendukung upaya pembangunan Pulau Liran dengan memperkuat sistem kelistrikan disana.

"Dengan adanya suplai listrik yang baik tentu akan membantu warga untuk dapat membangun dan meningkatkan taraf hidup yang lebih baik, dengan listrik yang andal, anak-anak bisa belajar serta perekonomian mulai menggeliat," ujar Sofyan.

Sebelumnya PLN juga telah membangun infrastruktur kelistrikan di Pulau Liran dengan total biaya lebih dari Rp 12 miliar, hal ini dilakukan untuk memberikan tambahan infrastruktur kelistrikan di pulau tersebut, agar warga bisa menikmati listrik dengan lebih andal dan nyaman.

Subsidi Silang untuk Listrik Pulau Terdepan

Pulau Liran merupakan salah satu di antara empat pulau di Kecamatan Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku. Pulau Liran berlokasi cukup terpencil dengan jumlah penduduk sekitar 1.118 jiwa atau 236 KK. Saat ini pelanggan PLN di Pulau Liran berjumlah 211 pelanggan (Kepala Keluarga) dengan potensi tambahan pelanggan sebanyak 25 pelanggan dimana keseluruhan pelanggan tersebut merupakan pelanggan 450 VA disubsidi. Seluruh pasokan listrik saat ini berasal dari suplai Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan daya terpasang 300 kW dan rata-rata Biaya Pokok Produksi (BPP) di Pulau tersebut sebesar Rp 11.182/kWh.

Dengan BPP yang tinggi, PLN tetap menjual listrik untuk warga Liran dengan harga subsidi, yakni Rp 415/kWh, hal ini sesuai dengan amanah Undang Undang (UU) dimana PLN sebagai penyedia listrik negara wajib memberikan pelayanan listrik yang terjangkau untuk masyarakat. Untuk itulah subsidi silang dilakukan, salah satunya berasal dari kebijakan subsidi listrik tepat sasaran. (mca/dna)