Tapi insentif saja tak cukup. Infrastruktur untuk mobil listrik, misalnya stasiun pengisian listrik (charging station), harus disiapkan agar masyarakat mau beralih dari mobil konvensional ke mobil listrik.
"Kita perlu perhatikan sarana dan prasarananya mobil listrik juga," kata Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, kepada detikFinance, Selasa (8/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau mobil listrik, di garasi bisa charge baterai, tapi kalau di jalan habis bagaimana? Infrastrukturnya harus dikembangkan dulu," ucapnya.
Untuk mendorong masyarakat memakai mobil listrik, Jongkie menyarankan agar pertama-tama mobil hybrid dulu yang dikembangkan. Mobil hybrid bisa memakai bensin maupun listrik, jadi kalau baterainya habis masih bisa jalan dengan menggunakan bahan bakar minyak (BBM).
Sambil membangun sarana dan prasarana mobil listrik, mobil hybrid dulu yang dipopulerkan. "Di negara-negara lain, hybrid dulu baru ke mobil listrik sambil disiapkan infrastrukturnya," pungkasnya. (mca/ang)











































