Follow detikFinance
Rabu 09 Aug 2017, 17:19 WIB

ESDM: Harga BBM di 21 Daerah Terpencil Sudah Sama dengan Jawa

Michael Agustinus - detikFinance
ESDM: Harga BBM di 21 Daerah Terpencil Sudah Sama dengan Jawa Foto: Dok. Pertamina
Jakarta - Sebagai upaya mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencanangkan kebijakan BBM Satu Harga. Sejak diluncurkan pada pertengahan 2016 lalu, tercatat sudah 21 daerah pedalaman yang menikmati Program BBM Satu Harga.

Harga BBM di daerah-daerah terpencil itu, misalnya di pedalaman Papua, bisa mencapai Rp 100.000/liter. Berkat BBM Satu Harga, sekarang jadi hanya Rp 6.450/liter untuk premium dan solar Rp 5.150/liter.

"Realisasi Program BBM Satu Harga sampai Semester I 2017 ini, kita sudah membangun di 21 titik dan ini berlokasi di daerah-daerah terluar seperti Sangihe Talaud di Pulau Morotai, Pulau Nias, dan Pulau Mentawai," kata Dirjen Migas Kementerian ESDM, Ego Syahrial, kepada detikFinance, Rabu (9/8/2017).

Dari 21 titik tersebut, 9 di antaranya berada di Papua. Kesembilan daerah di pedalaman Papua yang sudah mendapat BBM dengan harga sama seperti di Jawa adalah Kabupaten Puncak, Yalimo, Ndunga, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Tolikara, Intan Jaya, Pegunungan Arfak, dan Sorong Selatan.


Program BBM Satu Harga memberikan keadilan pada penduduk di pelosok Indonesia, kini penduduk di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) bisa menikmati BBM yang harganya sama dengan di Jawa dan wilayah Indonesia lainnya.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Kementerian ESDM telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2016. Permen ini mewajibkan Badan Usaha penyalur BBM untuk mendirikan penyalur di lokasi-lokasi yang belum terdapat penyalur jenis BBM tertentu dan khusus penugasan (premium dan solar), sehingga masyarakat dapat membeli BBM dengan harga jual eceran yang ditetapkan pemerintah.

Rencananya akan dibangun 150 lembaga penyalur di daerah 3 T hingga 2019 sebagai pelaksanaan BBM Satu Harga, 33 lokasi di antaranya berada di Papua dan Papua Barat.

"Daerah-daerah yang terisolir dan sulit merupakan target-target kita, dan target kita hingga akhir tahun 54 titik. Sampai 2019 kita akan membangun sebanyak 150 penyalur," tutupnya. (mca/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed