Follow detikFinance
Rabu 09 Aug 2017, 19:28 WIB

Produksi Batu Bara 139 Juta Ton di Semester I-2017, Jauh dari Target

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Produksi Batu Bara 139 Juta Ton di Semester I-2017, Jauh dari Target Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Produksi batu bara dalam negeri hingga semester I-2017 mencapai 139 juta ton. Angka ini mencapai 29% dari target produksi batu bara di 2017 capai 477 juta ton atau lebih besar dari realisasi 2016 yang sebesar 456 juta ton.

"Produksi batu bara itu 477 juta ton untuk 2017 targetnya," kata Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyanto dalam jumpa pers di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Rabu (9/8/2017).

Dari pencapaian produksi batu bara di semester I-2017 sebanyak 139 juta ton, 30,8 juta ton di antaranya dimanfaatkan di dalam negeri. Sedangkan target pemanfaatan batu bara dalam negeri di tahun 2017 mencapai 108 juta ton.

"Untuk DMO (Domestic Market Obligation) cukup lumayan dan ada progresnya. Tahun kemarin 90-an juta ton dan tahun ini targetnya 108 juta ton," kata Bambang.

Penerimaan negara dari sektor minerba (mineral dan batu bara) hingga semester I-2017 mencapai Rp 18,27 triliun atau 56% dari target 2017 sebesar Rp 32,4 triliun. Sedangkan realisasi penerimaan negara tahun lalu dari sektor minerba tahun lalu mencapai Rp 27,21 triliun.

Luas lahan bekas tambang yang berhasil direklamasi hingga semester I-2017 mencapai 1.921 hektar atau 28% dari target 2017 seluas 6.800 hektar. "Reklamasi itu targetnya 6.800 hektar," kata Bambang.

Realisasi investasi di sektor minerba hingga semester I-2017 mencapai US$ 2,5 miliar atau 36% dari target 2017 sebesar US$ 6,9 miliar.

"Investasi US$ 6.909 juta, realisasinya baru US$ 2.500 juta," kata Bambang.

Jumlah amandemen kontrak sepanjang semester I-2017 juga tercatat mencapai 15 Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) dan 14 Kontrak Karya (KK). Capaian tersebut masih jauh dari target 2017 untuk PKP2B sebanyak 47 dan 25 KK. Sedangkan total keseluruhan amandemen kontrak minerba mencapai 37 PKP2B dan 21 KK.

Sementara dari 4 smelter yang ditargetkan selesai tahun ini, 2 di antaranya sudah mulai dilakukan pembangunannya di semester I-2017 atau 50% dari target. Keempat smelter yang dimaksud adalah milik PT Sumber Suryadaya Prima (Pasir Besi) dan PT Kapuas Prima Coal (Seng) yang diperkirakan selesai konstruksi Desember 2017. Selanjutnya smelter milik konsorsium PT Mulia Pacific Resources, PT Itamatra Nusantara, dan PT Bumi Konawe Abadi (Nikel), dan PT Ifishdeco (Nikel). (ara/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed