Arcandra mendapat kabar gembira, Pertamina berpeluang besar mendapatkan hak kelola di Lapangan Mansouri.
"Mereka berjanji untuk yang Mansouri positif, ada kemungkinan, kesempatannya sangat besar," kata Arcandra, saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (10/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Enggak ada kompetisinya, makanya peluangnya besar," ujarnya.
Sedangkan untuk mendapatkan Lapangan Ab-Teymour, Pertamina harus bersaing dengan Lukoil dan Maersk Oil. BUMN perminyakan Iran, National Iranian Oil Company (NIOC), masih melakukan evaluasi.
NIOC berjanji akan mengumumkan pemenang di Ab-Teymour 4 bulan lagi. "Yang satu lagi kita masih compete (bersaing) dengan Lukoil Rusia dan Maersk dari Denmark. Dia janji keputusannya paling lambat 4 bulan lagi," ucap Arcandra.
Pemerintah sangat mendukung Pertamina untuk masuk ke Iran. Jika Pertamina bisa mendapatkan hak kelola atas 2 lapangan minyak ini, tentu akan memperkuat ketahanan energi nasional. Sebagian dari produksi minyak di sana bisa dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia.
Cadangan minyak di Lapangan Ab-Teymour dan Mansouri mencapai 3 miliar barel, hampir sama dengan total cadangan minyak Indonesia yang saat ini 3,6 miliar barel. "Cadangannya besar sekali, 3 miliar barel untuk 2 lapangan. Dua itu saja hampir sama dengan proven reserve kita," tutupnya. (mca/wdl)











































