"MAPNA mau investasi ke sini, perusahaan seperti Siemens milik Iran. Dia dapat license teknologi dari Siemens, mau buka service center di Indonesia. Dia minta supaya difasilitasi," kata Arcandra saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (10/8/2017).
MAPNA menawarkan jasa operasi dan perawatan pembangkit-pembangkit listrik ke PLN. Tetapi, Arcandra menggarisbawahi, MAPNA harus berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan lain untuk mendapatkan kontrak dari PLN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika kerja sama ini mulus, PLN dan MAPNA juga bisa saling transfer teknologi. "Ada pertukaran teknologi juga. Tim PLN ke sana, tim mereka juga ke sini belajar soal pembangkit-pembangkit," jelas Arcandra.
Selain itu, Arcandra juga membicarakan peluang kerja sama antara National Iranian Oil Company (NIOC) dengan Pertamina selama di Iran. Pertamina berencana mengelola 2 lapangan minyak di sana, yaitu Lapangan Ab-Teymour dan Mansouri.
Pemerintah sangat mendukung Pertamina untuk masuk ke Iran. Jika Pertamina bisa mendapatkan hak kelola atas 2 lapangan minyak ini, tentu akan memperkuat ketahanan energi nasional. Sebagian dari produksi minyak di sana bisa dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia.
Cadangan minyak di Lapangan Ab-Teymour dan Mansouri mencapai 3 miliar barel, hampir sama dengan total cadangan minyak Indonesia yang saat ini 3,6 miliar barel. (mca/hns)











































