PT Pertamina (Persero) mengakui bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke Pulau Masalembu sempat terganggu akibat ombak tinggi. Kondisi cuaca yang kurang mendukung membuat kapal-kapal pengangkut BBM Pertamina sulit bersandar di Pulau Masalembu.
"Kondisi cuaca membuat kapal kami tidak bisa sandar. Pasokan di Masalembu sangat tergantung cuaca," kata Area Manager Communication and Relations Pertamina Jatim, Rifky Siregar, kepada detikFinance, Sabtu (12/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, Rifky menambahkan, pasokan sudah mulai normal. Pada Kamis (10/8/2017) lalu BBM sebanyak 56 Kiloliter (KL) dari Terminal BBM Tanjung Wangi sudah berhasil masuk ke Pulau Masalembu.
Pertamina pun telah menambah pasokan lagi sebagai antisipasi apabila ombak tinggi kembali menghadang.
"Sudah masuk 56 KL dan hari Senin (14/8/2017) juga akan masuk 56 KL sebagai antisipasi cuaca yang masih belum baik minggu depan. Pasokan didatangkan dari TBBM Tanjung Wangi," tutupnya.
Sebagai informasi, Anggota DPRD Kabupaten Sumenep dapil Kepulauan Masalembu, Darul Hasyim Fath, mendapat laporan dari warga bahwa ada kelangkaan BBM seminggu ini. Akibat kelangkaan, harga BBM di sana sempat melonjak hingga Rp 20-26 ribu per liter. (mca/ang)











































