Follow detikFinance
Senin 14 Aug 2017, 13:52 WIB

Kenapa Freeport Minta Perpanjangan Kontrak Sampai 2041?

Michael Agustinus - detikFinance
Kenapa Freeport Minta Perpanjangan Kontrak Sampai 2041? Foto: Wahyu Daniel
Jakarta - Perundingan antara pemerintah dan PT Freeport Indonesia terus berlangsung. Salah satu isu yang dibahas adalah kelanjutan operasi Freeport di Tambang Grasberg, Papua. Kontrak Freeport akan berakhir pada 2021, belum ada kepastian perpanjangan.

Pemerintah sempat menyatakan, Freeport bisa mendapatkan perpanjangan selama 10 tahun sampai 2031. Perpanjangan 10 tahun berikutnya sampai 2041 akan diberikan berdasarkan evaluasi dari pemerintah.

Tapi Freeport tetap menginginkan perpanjangan hingga 2041 diberikan sekaligus. Mengapa perusahaan tambang raksasa yang berpusat di Arizona, Amerika Serikat (AS), itu membutuhkan perpanjangan langsung 20 tahun?

Alasannya, investasi pengembangan tambang bawah tanah butuh persiapan sejak jauh-jauh hari. Sebab, pembangunan akses terowongan hingga dimulainya produksi bijih memakan waktu lebih dari 10 tahun.

Sebagai gambaran, Freeport butuh waktu 6 tahun, sejak 2004 sampai 2010 untuk membangun terowongan bawah tanah sepanjang 500 kilometer (km) dengan kedalaman kurang lebih 1,6 km sampai ke badan bijih. Lalu dibangun juga ventilasi dan infrastruktur lainnya.

Setelah pembangunan terowongan, tambang bawah tanah baru mulai produksi kira-kira 5 tahun kemudian. Puncak produksi baru dicapai kira-kira 5 tahun setelah awal produksi. Total sejak pembangunan akses terowongan sampai menuju puncak produksi perlu 17 tahun.

Jadi untuk bisa mencapai produksi puncak butuh waktu dari 2004 sampai 2021. Investasi block caving butuh waktu 10-12 tahun untuk persiapan saja. Itulah sebabnya, Freeport sangat menginginkan kepastian perpanjangan kontrak dan stabilitas investasi untuk jangka panjang.

Sampai saat ini, Freeport telah mengeluarkan uang sebesar US$ 6,2 miliar atau setara dengan Rp 82,4 triliun untuk pengembangan tambang bawah tanah Grasberg di Papua sejak 2004.

Jika mendapat kepastian perpanjangan hingga 2041, Freeport berencana menginvestasikan lagi dana US$ 13,6 miliar atau Rp 180,8 triliun. Sebagian besar akan digunakan untuk pengembangan tambang bawah tanah. Tentu butuh waktu panjang agar Freeport bisa balik modal dan mendapat keuntungan yang ekonomis.

"Kami meminta pemerintah untuk memberikan perpanjangan sampai 2041 karena investasi tambang bawah tanah yang besar," kata VP Corporate Communication PT Freeport Indonesia, Riza Pratama, kepada detikFinance, Senin (14/8/2017).

Ia menambahkan, Freeport berkomitmen melanjutkan perundingan dengan pemerintah demi menemukan solusi yang menguntungkan semua pihak.

"Sejauh ini perundingan berjalan konstruktif dan kedua pihak ingin mencapai kesepakatan secepatnya," pungkasnya.

Sebagai informasi, ada beberapa tambang bawah tanah di Indonesia selain Tambang Grasberg di Papua. Tapi Grasberg yang dikelola PT Freeport Indonesia sejak 1991 adalah yang paling spesial.

Cadangan emas dan tembaga di Tambang Grasberg, Papua, adalah salah satu yang terbesar di dunia. Total kekayaan mineral di sana mencapai 3,8 miliar ton.

Produksi bijih (ore) dari tambang bawah tanah Grasberg pernah mencapai 80.000 ton per hari, menjadikannya sebagai salah satu tambang bawah tanah terbesar di dunia. Tingkat kerumitan tambang bawah tanah Freeport tiada duanya di dunia. (mca/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed