Follow detikFinance
Rabu 16 Aug 2017, 19:04 WIB

Pangkas Harga BBM di 21 Daerah, Pertamina Habiskan Rp 300 Miliar

Michael Agustinus - detikFinance
Pangkas Harga BBM di 21 Daerah, Pertamina Habiskan Rp 300 Miliar Foto: Wilpret Siagian
Jakarta - Sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Oktober 2016 lalu, Program BBM Satu Harga telah terealisasi di 21 daerah terpencil per semester I 2017, 10 di antaranya berada di Papua dan Papua Barat.

Program BBM Satu Harga ini merupakan salah satu upaya Jokowi untuk mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Rakyat di seluruh wilayah Indonesia berhak atas harga BBM yang setara dan terjangkau.

Kini penduduk di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) bisa menikmati BBM yang harganya sama dengan di Jawa dan wilayah Indonesia lainnya.


Harga BBM di daerah-daerah terpencil itu, misalnya di pedalaman Papua, bisa mencapai Rp 100.000/liter. Berkat Program BBM Satu Harga, sekarang jadi hanya Rp 6.450/liter untuk premium dan solar Rp 5.150/liter.

Demi memangkas harga BBM di 21 daerah terpencil itu, Pertamina harus mengeluarkan dana sebesar Rp 300 miliar per tahun. Biaya distribusi BBM ke pelosok-pelosok mahal karena minimnya infrastruktur, belum lagi harus melalui tantangan alam seperti lautan, bukit, hutan, pegunungan. Dana tersebut berasal dari kantong Pertamina sendiri, bukan subsidi dari APBN.

"Untuk BBM Satu Harga, tambahan biaya operasi karena harus masuk ke pelosok yang dalam maka cost distribusi kita naik. Dengan 21 titik ini kira-kira Rp 300 miliar per tahun," kata Direktur Pemasaran Pertamina, Muchamad Iskandar, saat ditemui di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Sebagian besar target program BBM Satu Harga berada di pedalaman Papua, Maluku, dan Sulawesi. "Sasarannya daerah 3 T, terpencil, terluar, tertinggal. Yang banyak daerah Papua, Maluku, Sulawesi. Kemarin baru di Maluku Utara sama Sulawesi Utara," ujarnya.


Hingga akhir tahun ini, Program BBM Satu Harga akan diperluas sampai ke 50 daerah. Jadi masih ada 29 titik lagi yang harus diselesaikan tahun ini. Untuk mengirim BBM ke 50 titik tersebut, Pertamina harus menggelontorkan biaya sebesar Rp 800 miliar/tahun.

"Kalau selesai 50 titik sesuai penugasan pemerintah tahun ini, tambahan biayanya Rp 800 miliar per tahun," ucap Iskandar.

Rencananya akan dibangun 150 lembaga penyalur di daerah 3 T hingga 2019 sebagai pelaksanaan BBM Satu Harga, 33 lokasi di antaranya berada di Papua dan Papua Barat.

Pada 2019, Pertamina perlu menyiapkan dana Rp 3 triliun untuk mendistribusikan BBM ke 150 daerah terpencil. "Berkembang terus sampai 150 titik pada 2019, itu berarti sekitar Rp 3 triliun," tutupnya. (mca/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed