Follow detikFinance
Kamis 17 Aug 2017, 17:28 WIB

Bahagia Warga di Perbatasan Akhirnya Bisa Nikmati Listrik

Irwan Nugroho - detikFinance
Bahagia Warga di Perbatasan Akhirnya Bisa Nikmati Listrik Foto: Irwan Nugroho
Atambua - Sudah dua tahun ini listrik hadir di Desa Naekake, salah satu desa di wilayah perbatasan Republik Indonesia-Timur Leste di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Warga mengaku sejak ada listrik kehidupan mereka menjadi menjadi lebih baik.

Avelinda Abe, salah satu warga Naekake menuturkan, sebelum ada listrik ia menggunakan pelita atau lampu minyak tanah sebagai penerangan rumahnya. Dalam satu bulan, ia bisa mengeluarkan uang Rp 75 ribu untuk membeli satu jeriken minyak tanah.
Bahagianya Warga di Perbatasan Akhirnya Bisa Nikmati ListrikFoto: Irwan Nugroho

Sekarang, ia hanya cukup membayar Rp 25 ribu untuk membeli pulsa listrik untuk sebulan. Bahkan, kadangkala pulsa listrik sebesar itu bisa awet dipakai selama tiga bulan.

"Jadi bisa lebih hemat pakai listrik. Sekarang juga bisa menonton televisi. Anak-anak juga bisa belajar," katanya kepada wartawan yang ikut dalam kunjungan Direktur Human Capital Management PLN Muhammad Ali ke Naekake, Rabu (16/8/201).
Bahagianya Warga di Perbatasan Akhirnya Bisa Nikmati ListrikFoto: Irwan Nugroho

Tidak hanya itu. Penghasilan Avelinda dari usahanya menenun kain khas NTT bertambah sejak dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) di Naekake itu. Sebab, sekarang ia bisa bekerja hingga malam hari dengan lampu listrik.

"Kalau dulu sebulan hanya bisa menyelesaikan 2-3 kain, sekarang setelah memakai listrik bisa membuat 5-6 lembar kain," ucap ibu satu anak ini sambil menenun kain selimut besar, yang ia jual Rp 500 ribu per lembarnya.

Menurut dia, saat ini kesulitan yang masih dihadapi adalah minimnya kios penjual token listrik. Satu-satunya kios hanya ada di depan kantor Camat Muntis. Apabila stok habis, ia harus menitip kepada sopir bus umum ke kota Kefamenanu yang melintas di desa itu.
Bahagianya Warga di Perbatasan Akhirnya Bisa Nikmati ListrikFoto: Irwan Nugroho

Naekake berjarak sekitar tiga jam perjalanan dari Kefamenanu dengan medan yang berbukit-bukit. Sementara dari batas wilayah RI-Timur Leste hanya terpaut 10 kilometer. Jalan menuju desa terakhir di Kecamatan Muntis masih berupa bebatuan karang dan tanah.

"Di sini hanya ada satu kios listrik. Kalau habis harus mitip ke Kefa sama sopir bis. Nitip pagi, nanti baru malam tibanya. Terus diisikan bukti pembelian token," katanya.
Bahagianya Warga di Perbatasan Akhirnya Bisa Nikmati ListrikFoto: Irwan Nugroho

Berdasarkan data PLN, PLTD Naekake ditopang 5 unit mesin dengan total kapasitas 414 KW. PLTD itu mengalirkan listrik ke empat desa di Muntis. Saat ini, jumlah pelanggannya mencapai 472. Sebesar 85 % dari pelanggan listrik merupakan pelanggan subsidi 450 VA dengan harga Rp 415/kWh.

Adapun biaya pokok produksi di Naekake mencapai Rp 8.000 rupiah/kWH. Sedangkan bahan bakar PLTD Naekake setiap bulannya membutuhkan 9 ton solar. Beban biaya seluruh operasional PLTD mencapai Rp 150 juta. Saat ini, PLTD tersebut sudah mensuplai listrik selama 24 jam penuh. (irw/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed