Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 23 Agu 2017 10:05 WIB

RI Mau Beli Gas dari Singapura, Berapa Harganya?

Michael Agustinus - detikFinance
Foto: Dikhy Sasra Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Keppel Offshore and Marine, perusahaan asal Singapura, menawarkan pasokan gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) kepada pemerintah Indonesia. Tawaran tersebut disambut baik, harga LNG dari Singapura diklaim cukup murah. Benarkah?

Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, ragu harga LNG dari Singapura bisa lebih murah daripada gas lokal. Sebab, LNG harus dikapalkan dulu ke Indonesia, ada biaya shipping. Setelah sampai, LNG harus diregasifikasi, lalu dialirkan melalui pipa, ada tambahan biaya lagi.

"Kalkulasi saya, harga gasnya jadi lebih mahal, kan butuh shipping, regasifikasi, setelah itu lewat pipa ada tol fee," kata Komaidi kepada detikFinance, Rabu (23/8/2017).

Ia memberi gambaran, andai harga LNG dari Singapura hanya US$ 4/MMBTU saja, sampai ke pengguna akhir di Indonesia setidaknya jadi US$ 9/MMBTU. Tak lebih murah dibanding pasokan gas dari dalam negeri.

"Misalkan US$ 4/MMBTU dari Singapura, tambah ongkos shipping US$ 1/MMBTU, biaya regasifikasi US$ 1,5/MMBTU, lalu tol fee US$ 1-2/MSCF, jadi US$ 8-9/MMBTU. Ujung-ujungnya sama saja dengan gas kita," ujarnya.

Selain harganya yang tak akan murah, pasokan gas dari impor belum tentu dibutuhkan. Komaidi meminta rencana impor diperhitungkan dengan matang, jangan sampai merugikan Indonesia.

"Rencana ini perlu dikaji ulang untuk kepentingan jangka panjang," tutupnya. (mca/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com