Lebih Irit Mana, Ongkos Bahan Bakar Mobil Listrik atau BBM?

Citra Fitri Mardiana - detikFinance
Rabu, 23 Agu 2017 19:11 WIB
Foto: Citra Fitri Mardiana/detikFinance
Jakarta - Pengembangan mobil listrik terus dijalankan, seiring dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang tidak ingin Indonesia tertinggal terhadap pengembangan mobil ramah lingkungan.

Manajer Niaga dan Pelayanan Pelanggan, PLN Distribusi Jakarta Raya, Leo Basuki mengatakan, sejalan dengan pemerintah, PLN kini juga tengah berupaya untuk menyediakan infrastruktur Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) hingga 1.000 unit di Indonesia.

Menurut, cepat atau lambat mobil listrik pasti akan berkembang di Indonesia lantaran berbagai keunggulan yang dimiliki. Termasuk dari sisi efisiensi yang dihasilkan serta ramah lingkungan.

"Kita ikut mendukung gerakan ke sesuatu yang ramah lingkungan. Mobil listrik tidak mengeluarkan asap emisi, dan tidak ada suaranya," jelas Leo, di Museum Listrik dan Energi Baru Terbarukan, Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Leo menuturkan, rata-rata untuk menempuh jarak 100 km, mobil listrik membutuhkan listrik sekitar 20 kWh, dengan biaya Rp 1.647 per kWh. Artinya pengendara mobil listrik hanya mengeluarkan Rp 32.940 untuk menempuh Jakarta-Purwakarta.

Berbeda dengan mobil berbahan bakar minyak (BBM), yang bisa mengeluarkan biaya bensin hingga lebih dari Rp 50.000 untuk jarak tempuh yang sama, dengan harga bensin Rp 7.500 per liter.

"Kendaraan listrik punya keunggulan-keunggulan, lebih efisien. Roda empat (mobil listrik) full tank 20 kwh itu jarak tempuh 100 km. 1 kwh sekitar Rp 1.647-an," ujar Leo.

Leo mengaku, mobil listrik juga tidak mengeluarkan gas buang (asap) yang kerap menimbulkan polusi udara. Dengan demikian mobil listrik diyakini akan lebih ramah lingkungan.

Selain itu, efisiensi juga ditimbulkan dari tidak perlunya menggunakan minyak pelumas (oli), yang wajib digunakan oleh kendaraan mobil berbahan bakar minyak lainnya.

Sementara itu, mobil berbahan bakar minyak lebih boros karena saat macet mesin akan terus melakukan pembakaran, dan menghabiskan bahan bakar. Sedangkan hal itu tidak terjadi pada mobil berbahan bakar listrik.

"Mobil listrik enggak ada kenalpot, enggak keluar asap. Enggak pakai ganti oli. waktu jalan macet mesin mati. Kalau mobil biasa jalan terus, akan tetap membakar," tutur Leo. (hns/hns)