Desa Tallubamba akhirnya mendapat pasokan listrik setelah 2 siswi SDN 164 Panassang, yaitu Ajeng Sri Kartini dan Windi Sri Wiguna, menyampaikan permintaan langsung ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) lewat sebuah video yang diunggah ke YouTube pada 1 Mei 2017 lalu, bertepatan dengan momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Lewat video tersebut, mereka menyampaikan harapan agar listrik segera masuk ke kampungnya sehingga mereka tidak kesusahan belajar di malam hari. Selama ini mereka belajar dengan memakai penerangan dari lampu minyak yang cahayanya terbatas dan bahan bakarnya mahal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga Desa Tallubamba, Enrekang, Sulsel Foto: Dok. PT PLN |
Windi Sri Wiguna, Siswi SDN 164 Panassang, bahagia karena sebentar lagi dusunnya akan teraliri listrik. Selama ini Windi menggunakan pallang (penerangan yang menggunakan minyak) untuk belajar di malam hari.
"Terima kasih PLN atas usahanya, sebentar lagi akan mewujudkan impian kami untuk tidak lagi menggunakan pallang dalam belajar tetapi menggunakan lampu," ucap Windi, dalam keterangan tertulis PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Sulselrabar).
Lokasi pengerjaan di dusun Panassang terbilang cukup sulit. Jalan dengan sudut kemiringan 60 derajat dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan tidak menyurutkan semangat pegawai PLN yang bergotong royong dengan masyarakat sekitar melakukan pekerjaan pemancangan tiang.
Tantangan PLN
Satu tiang pancang beratnya sekitar 378 kilogram, pegawai PLN harus mengangkut menggunakan gerobak yang dimodifikasi sedemikian rupa melewati hutan, bukit, dan jembatan setapak. Bersama dengan warga, pegawai PLN menggotong tiang tersebut hingga ke lokasi pemancangan untuk satu tiang dibutuhkan 22-24 orang.
Perjuangan melistriki Desa Tallubamba, Sulsel Foto: Dok. PT PLN |
PLN Wilayah Sulselrabar memang terus berkomitmen untuk melistriki seluruh desa di Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat. Pembangunan listrik desa merupakan salah satu upaya PLN Wilayah Sulselrabar untuk mencapai target Rasio Elektrifikasi 100% pada tahun 2018.
Yang jelas, setelah listrik PLN sudah mengalir, siswa-siswi di Desa Tullubamba bisa belajar dengan lebih baik.
"Program listrik desa sudah ke sana, kita jalan terus," kata Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka, kepada detikFinance, Jumat (25/8/2017).
Perjuangan melistriki Desa Tallubamba, Sulsel Foto: Dok. PT PLN |
Made mengatakan, PLN segera menindaklanjuti jika ada desa yang minta dialiri listrik. Asalkan pasokan listrik sudah ada dan lokasinya dapat dijangkau, PLN pasti langsung mengalirkan listrik.
"Yang penting ada informasi, pasti kita tindak lanjut," tegasnya.
Tak hanya di Enrekang, PLN juga menindaklanjuti permintaan-permintaan listrik di daerah lain. "Di Sumut dan wilayah lainnya juga ada yang seperti itu," tutur Made. (mca/hns)












































Warga Desa Tallubamba, Enrekang, Sulsel Foto: Dok. PT PLN
Perjuangan melistriki Desa Tallubamba, Sulsel Foto: Dok. PT PLN
Perjuangan melistriki Desa Tallubamba, Sulsel Foto: Dok. PT PLN