Direktur Pengolahan Pertamina, Toharso, menjelaskan Kilang Kasim Sorong merupakan kilang kecil dengan kapasitas produksi BBM 10 ribu barel per hari (bph). Padahal kebutuhan BBM untuk wilayah Papua sekitar 24 ribu bph.
Lebih disayangkan lagi, kapasitas produksi BBM Kilang Kasim ternyata tidak maksimal. Selama ini kilang tersebut hanya bisa memproduksi BBM 6 ribu bph.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertamina kini mencari cara kapasitas produksi BBM Kilang Kasim Sorong bisa maksimal 10 ribu bph, meskipun masih belum bisa menutup estimasi kebutuhan BBM di Papua. Caranya dengan mencari pasokan minyak mentah dari lapangan minyak di wilayah lainnya.
"Misalkan dari Cepu, untuk mendatangkan itu kan pakai kapal tanker. Mulai dari tanker kecil sampai besar, yang paling optimal itu kalau tanker itu membawa 200 ribu barel sekali bawa. Berarti kalau 200 ribu, utk memproduksi 20 hari. Supaya bisa operasi, turnover. Jadi diisi, produksi, isi, produksi, maka harus 200 ribu barel kali 2. Cuma yang paling bagus kalau dibikinnya tidak langsung 1 besar, tapi di-split. Maka 100 ribu barel kali 4," terang Toharso.
Namun untuk mendatangkan minyak mentah dari wilayah lainnya, Kilang Kasim Sorong juga butuh infrastruktur yang memadai. Untuk itu Pertamina akan membangun dermaga untuk kapal tanker pengangkut minyak mentah.
"Tanker ini kan datangnya bisa 10 hari atau 20 hari sekali. Jadi sekali datang bawa 200 ribu barel itu bisa disimpan dulu. Sekarang ini sedang direncanakan untuk pembangunan. Tanahnya sudah ada. Izinnya sedang diurus. Tender kontraknya mungkin menunggu akhir tahun ini," tambahnya.
Proyek pengembangan dermaga akan dilakukan akhir tahun ini dan ditargetkan selesai pada akhir 2018. Namun Toharso mengaku tidak mengetahui berapa jumlah nilai proyek pembangunan jetty Kilang Kasim Sorong nantinya.
Toharso mengatakan, saat ini kapasitas dermaga untuk Kilang Kasim Sorong hanya memiliki ukuran untuk menampung 17 ribu barel. Oleh karena itu sangat dibutuhkan perluasan dermaga.
Dengan selesainya proyek dermaga tersebut, Toharso yakin, kapasitas produksi Kilang Kasim Sorong akan maksimal 10 ribu bph. Sementara untuk menutupi kekurangan keburuhan konsumsi BBM di Papua 24 ribu bph, pihaknya akan mendatangan BBM dari kilang di Balikpapan. (wdl/wdl)











































