"Tahun ini Rp 104 triliun dan kita sudah 60% dari target. Insya Allah semoga akhir tahun kita bisa mencapai target Rp 104 triliun," ujar Arcandra di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/8/2017).
Menurut Arcandra penerimaan tersebut sangat bergantung dengan kondisi harga minyak dunia. Sejak akhir tahun lalu, harga minyak dunia berada dalam tren positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Target produksi minyak pada 2017 adalah 815.000 barel per hari. Arcandra menyampaikan realisasi untuk sekarang adalah 803.000-805.000 barel per hari.
Hingga akhir tahun diproyeksikan bisa mencapai 90%.
"Semoga nanti bisa kita pertahankan di atas 800.000. Melihat kondisi ke depannya beberapa di laut, ada beberapa sumur yang tidak berproduksi karena sesuatu dan lain hal," terangnya.
Arcandra mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) bisa memanfaatkan teknologi untuk mendorong produksi lebih cepat.
"Strategi jangka menengah, kita akan melakukan tetap EOR (enhanced oil recovery). Sementara jangka panjangnya, blok-blok eksplorasi kalau bisa kita tingkatkan lagi, firm komitmen yang sudah diajukan itu bisa diproses secepatnya," tandasnya. (mkj/hns)










































