"Dengan tambahan 91 MW ini, di tahun 2017 total IPP renewable sekitar 700 MW termasuk panas bumi," ujar Jonan dalam keterangan tertulis, Kamis (7/9/2017).
Ia menyebutkan, PPA yang akan ditandatangani besok tersebar di wilayah Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, dan Bengkulu. Jonan juga mengungkapkan, besaran tarif pembelian tenaga listrik pembangkit energi baru terbarukan (EBT) skala kecil ini bersaing dengan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di wilayah masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut, menurut Jonan, menunjukkan bahwa pembangkit EBT tetap kompetitif, terlebih sejak diimplementasikannya Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 50 tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga Listrik.
"Jadi tidak ada lagi tuduhan Kementerian ESDM menghambat, yang ada adalah pengusaha yang kompetitif dan yang tidak kompetitif karena mereka tidak efisien," tegas Jonan.
Selain 10 PPA yang sudah siap ditandatangani, masih ada 1 PPA lagi yang telah diajukan untuk dapat ditandatangani Jumat besok, yakni PLTA Buttu Batu dengan kapasitas 2x100 MW di Sulawesi Selatan. Jika ini masuk, maka total kapasitas PPA pembangkit yang ditandatangani akan menjadi 291 MW. (mca/ang)











































