Follow detikFinance
Senin 11 Sep 2017, 11:37 WIB

Gandeng 4 Negara Eropa, Luhut Ingin Sampah Disulap Jadi Listrik

Michael Agustinus - detikFinance
Gandeng 4 Negara Eropa, Luhut Ingin Sampah Disulap Jadi Listrik Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Menko Kemaritiman, Luhut Panjaitan, pagi ini menghadiri National Conference Waste To Energy di Hotel Mandarin, Jakarta. Dalam acara ini, Luhut menjajaki kerja sama dengan 4 negara Eropa, untuk mengolah sampah menjadi energi listrik. Keempat negara itu adalah Denmark, Finlandia, Norwegia, dan Swedia.

Ia menuturkan, sampah plastik menjadi masalah di Indonesia dan seluruh dunia. Sebab, hanya 10% sampah plastik saja yang sudah dikelola, sisanya terbuang begitu saja dan menimbulkan kerusakan lingkungan.

"Waste (sampah) itu di seluruh dunia baru 10% yang dikelola, bayangkan itu negara-negara maju, apalagi kita. Jadi butuh kekuatan negara-negara yang sudah maju dalam penanganan plastik. Saya pikir langkah-langkah yang dibuat pemerintah Indonesia supaya jangan berhenti dan yang paling penting implementasi itu juga bisa segera dilakukan," ucap Luhut, saat ditemui di Hotel Mandarin, Jakarta, Senin (11/9/2017).

Empat negara di Eropa Utara diharapkan mau diajak kerja sama alih teknologi pengolahan sampah, agar masalah sampah plastik di Indonesia dapat ditangani. "Kerja sama transfer teknologi itu yang paling penting, kita enggak mau jadi market saja. Kita mau lihat teknologinya, kita buat," tukasnya.

Bukan hanya untuk listrik saja, sampah plastik juga dapat diolah menjadi campuran untuk aspal jalan. "Salah satu solusi itu mix aspal dan plastik. Membuat aspal jalan lebih bagus dan lebih murah," katanya.

Penggunaan sampah plastik untuk campuran aspal sudah dicoba di Bali dan akan dipakai juga untuk jalanan di Bekasi. "Kita sudah mulai dengan pilot project di bali. Sebulan dari sekarang, kami akan melakukan hal yang sama pada jalan sepanjang 2 km di Bekasi," ucap Luhut.

Sampah plastik bisa juga diolah menjadi rare earth (tanah jarang), bahan baku untuk chip komputer. Luhut ingin teknologi-teknologi untuk pengolahan sampah menjadi energi hingga rare earth itu dikuasai Indonesia. "Rare earth found in remains of waste to energy. Very high value," tutupnya. (mca/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed