Follow detikFinance
Kamis 14 Sep 2017, 18:05 WIB

Meski Ada Mobil Listrik, Permintaan BBM Diperkirakan Tetap Tinggi

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Meski Ada Mobil Listrik, Permintaan BBM Diperkirakan Tetap Tinggi Foto: Citra Fitri Mardiana/detikFinance
Jakarta - Beberapa produsen mobil dunia kini tengah berlomba-lomba mengembangkan mobil listrik. Pengembangan mobil listrik dilakukan untuk mengurangi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM), sebab cadangan minyak semakin menipis.

Namun apakah banyaknya mobil listrik mampu memangkas konsumsi BBM secara signifikan?

BP Group Chief Economist, Spencer Dale, menilai dampak pengembangan mobil listrik terhadap penurunan konsumsi BBM tidak terlalu signifikan. Pasalnya, dalam 20 tahun ke depan jumlah mobil akan berlipat ganda dari saat ini sebanyak 1,5 miliar.

"Jumlah mobil kemungkinan akan bertambah dua kali lipat dalam 20 tahun ke depan. Hal ini juga tidak bisa terlalu banyak mengurangi konsumsi BBM," kata Dale dalam Diskusi Statistical Review of World Energy 2017 di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Dale mencatat, konsumsi minyak dunia saat ini mencapai 95 juta barel per hari. Sedangkan penggunaan minyak untuk transportasi darat seperti mobil pribadi sekitar 20 juta barel per hari saja, tidak terlalu signifikan.

"Jumlah mobil sekitar 1 miliar, mobil listrik hanya ada sekitar 2 juta," tutur Dale.

Meski demikian, dukungan terhadap produksi mobil listrik harus terus dilakukan, khususnya pemerintah melalui beberapa kebijakan. Pasalnya, penggunaan mobil listrik juga bisa mengurangi emisi gas rumah kaca.

"Saat ini banyak sekali negara yang memberikan subsidi ke mobil listrik," tutup Dale. (ara/mca)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed