Follow detikFinance
Kamis 21 Sep 2017, 17:37 WIB

Perjuangan Listriki Pulau Liran, Seberangi Laut Hingga Daki Bukit

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Perjuangan Listriki Pulau Liran, Seberangi Laut Hingga Daki Bukit Foto: Eduardo Simorangkir-detikFinance
Maluku - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) saat ini tengah berusaha menggenapi rasio elektrifikasi di desa-desa seluruh Indonesia hingga 100% pada 2019 mendatang. Termasuk desa di ujung wilayah Indonesia yang masuk dalam kategori terdepan, terpencil dan terluar.

Salah satunya adalah desa-desa yang ada di Pulau Liran yang berlokasi di wilayah Maluku Barat Daya. PLN sendiri telah membangun infrastruktur kelistrikan di Pulau Liran sejak 2015 lalu. Namun dalam perjalanannya, tidak semua kepala keluarga di Pulau Liran bisa membayar biaya pemasangan listrik ke rumahnya, sehingga masih banyak rumah yang belum teraliri listrik.

Bantuan pemasangan listrik pun akhirnya diberikan gratis untuk 130 Kepala Keluarga (KK), sekolah dan lampu penerangan jalan senilai lebih dari 450 juta rupiah pada awal Agustus lalu. Namun, masih ada sekitar 25 KK lagi di Dusun Uspisera yang belum tersambung jaringan transmisi dari PLTD yang telah dibangun oleh PLN.

Dalam waktu dua bulan mendatang, PLN akan membangun jaringan distribusi sepanjang kurang lebih 4 km lagi hingga ke dusun Uspusera. Dusun tersebut berada di belakang bukit-bukit gundul yang ada di Pulau Liran, dan harus ditempuh lewat jalan setapak karena akses jalan yang tidak ada menuju ke sana.

General Manager Wilayah Maluku-Maluku Utara, Djoko Djiwatno mengatakan, selalu ada tantangan yang berbeda dalam melistriki wilayah-wilayah terluar Indonesia. Untuk membangun jaringan distribusi sampai ke Dusun Uspusera, pihaknya akan membawa tiang-tiang besi dari Ambon.

Dengan menggunakan kapal sewa, sebanyak 80 tiang akan dibawa dari Ambon mengarungi laut Banda selama 20 jam. Akses jalan dan transportasi pun menjadi tantangan lantaran tiang yang telah dibawa mengarungi lautan harus dibawa kembali ke atas bukit dengan berjalan kaki.

"Jadi nanti tiang dan komponennya dibawa pakai kapal. Dari dermaga di depan diturunin, lalu dibawa pakai truk angkut kira-kira 7 km lagi, baru dibawa ke atas bukit untuk ditancapkan. Satu tiang nanti dibawa sama 7 orang," kata Djoko saat ditemui di lokasi, Rabu (20/9/2017).

Tak sampai di situ, kondisi tanah yang keras juga akan menambah kesulitan pemancangan tiang yang harus dibawa naik ke atas bukit.

"Kendala masang tiang itu sebenarnya karena tanahnya keras. Kadang sebagian harus dibor," ungkapnya.

Proses pembangunan distribusi listrik tambahan ke pulau Liran kini telah berjalan menyusul telah rampungnya tender pengadaan komponennya. Diharapkan pada akhir November mendatang, proses distribusi telah rampung dan seluruh desa di Pulau Liran telah dialiri listrik, meski baru sebatas 12 jam.

Sebagai informasi, seluruh pasokan listrik di Pulau Liran saat ini berasal dari suplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan daya terpasang 240 kWh, dan rata-rata Biaya Pokok Produksi (BPP) di pulau tersebut sebesar 11.182 kWh.

Dengan BPP yg tinggi, PLN menjual Kwh untuk warga Liran dengan harga subsidi yakni Rp 650/kWh. Hal ini sesuai dengan amanah Undang-Undang (UU), di mana PLN sebagai penyedia listrik negara wajib memberikan pelayanan listrik yang terjangkau bagi masyarakat. Untuk itulah subsidi silang dilakukan salah satunya berasal dari kebijakan subsidi listrik tepat sasaran. (eds/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed