Jonan: Tahun Ini PLN Teken 60 Kontrak untuk Energi Terbarukan

Jonan: Tahun Ini PLN Teken 60 Kontrak untuk Energi Terbarukan

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Selasa, 26 Sep 2017 11:28 WIB
Jonan: Tahun Ini PLN Teken 60 Kontrak untuk Energi Terbarukan
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan pagi ini membuka acara Pertambangan dan Energi Expo 2017 sekaligus bagian dari pekan Hari Jadi Pertambangan dan Energi. Dalam kesempatan ini, Jonan membeberkan beberapa hal terkait energi di berbagai sektor.

Saat ini, pemerintah terus mengupayakan kenaikan rasio elektrifikasi yang saat ini sudah mencapai 92,80% atau lebih tinggi sedikit dari target yang dtetapkan 92,75%. Peningkatan rasio elektrifikasi juga dilakukan dengan berbagai sumber energi, termasuk energi baru terbarukan (EBT).

"Rasio elektrifikasi sampai saat ini 92,8% memang targetnya 92,75%. 2019 itu 97% targetnya. Ini harus ditingkatkan paling tidak sampai 99%," tutur Jonan saat membuka acara Pertambangan dan Energi Expo 2017 di Hotel JW Marriot, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (26/9/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jonan Sebut Pengembangan Energi Terbarukan Masih Terkendala HargaFoto: Ardan Adhi Chandra

Hanya saja, EBT merupakan produk yang belum lama ini dikenal atau dikembangkan di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Tantangan utama yang dihadapi dalam pengembangan EBT sebagai sumber listrik adalah masalah harga yang lebih tinggi dari energi konvensional lainnya.

Jonan mengungkapkan, beberapa minggu lalu kedatangan tamu yaitu Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan pengusaha EBT. Potensi EBT di Selat Larantuka ingin dimanfaatkan sebagai sumber listrik dengan harga jual 7,18 sen per kWh. Harga ini jauh lebih murah dibandingkan tawaran tiga bulan sebelumnya sebesar 16 sen.

"Gubernur NTT 3 minggu lalu ke saya bawa pengusaha renewable energy, ke saya jelaskan mau menawarkan energi baru arus laut di Selat Larantuka di NTT. Harganya 7,18 sen per kWh arus laut. Oke kalau 7,18 sen per kWh enggak akan saya tawar, tangan saya dicium," ujar Jonan.

Pemanfaatan EBT sebagai sumber energi listrik sejak awal tahun ini juga cukup menggeliat. Hingga saat ini sudah ada 60 Power Purchase Agreement (PPA) atau perjanjian jual beli listrik antara PLN dengan pengembang pembangkit listrik EBT dengan total potensi kapasitas listrik yang bisa dihasilkan sekitar 723 MW.

"Tahun ini sampai hari ini saya berdiri di sini sudah ada 60 kontrak IPP renewable energy dilakukan PLN. Kontrak dengan PLN itu 723 MW tahun ini aja loh. Di luar panas bumi, kalau plus panas bumi 1 GW ada ya," ujar Jonan.

Selain itu, Jonan membahas mengenai subsidi energi yang di RAPBN 2018 mengalami kenaikan dibandingkan tahun ini. Tahun depan dialokasikan subsidi energi sebesar Rp 94,54 triliun, sedangkan tahun ini Rp 89,85 triliun.

"Kalau kita lihat pemerintah berusaha menekan subsidi tanpa mengorbankan daya beli masyarakat," kata Jonan. (ara/mkj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads