ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 29 Sep 2017 18:44 WIB

Luhut Tanggapi Surat Sri Mulyani Soal PLN

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Keuangan PT PLN (Persero) dianggap memburuk karena semakin besar kewajiban korporasi untuk memenuhi pembayaran pokok dan bunga pinjaman, sementara pertumbuhan kas bersih operasi tidak mendukung.

Sampai-sampai Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, melayangkan surat ke Menteri ESDM dan Menteri BUMN tentang potensi keuangan PLN yang menyimpan risiko di masa mendatang.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, menegaskan memang seharusnya kondisi keungan PLN dalam mengeksekusi program 35.000 MW harus aman.

"Ya harus aman dong," kata Lihut singkat saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (29/9/2017).


Soal kapasitas pembangkit yang naik signifikan dan bisa membebani keuangan PLN, manurut Luhut, hal tersebut masih sesuai dengan perhitungan dan tak ada kelebihan di masa mendatang.

"Kita bilang pertumbuhan ekonomi kita antara 6-7%, ternyata global ekonomi kita enggak terlalu bagus, kita juga mengkoreksi 5-6%. Kita enggak mau ada kelebihan listrik, karena kelebihan itu jadi cost juga kan," ucap Luhut.

"Jadi sekarang yang bisa COD (commercial operation date) itu kira-kira 23.000 MW. Yang 13 ribu MW itu semua under construction. Sehingga dengan begitu, enggak ada kelebihan listrik, tapi programnya jalan," jelas Luhut. (idr/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com