Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kemenhub, Bambang Prihartono, mengungkapkan penerapan uji coba pembatan truk bersumbu di atas 3 ini akan dilakukan mulai 16 Oktober nanti. Setelah uji coba selama 5 hari dari Senin-Jumatk, selanjutnya akan dievaluasi apakah perlu uji coba ulang ataukah langsung diterapkan secara penuh.
"Akibat pengaturan ini di jam sibuk, volume kendaraan bisa berkurang 3%, harapannya kecepatan bisa siginifikan karena kecepatan truk di atas sumbu 3 lambat," jelas Bambang di kantornya, Kamis (5/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembatasan angkutan barang di atas sumbu 3 ini hanya berlaku di ruas tol Cikampek dari arah Timur ke Barat yang dimulai dari gerbang pintul Kalihurip di Cikarang hingga ke gerbang tol Bekasi Barat.
"Kami prinsipnya siap kalau uji coba di Senin nanti. Kami BPJT dengan Jasa Marga akan evaluasi lagi kira-kira dampaknya kayak apa. Ide (pembatasan truk) dari Timur ke Barat bagus sekali," ungkap Bambang.
Dia menuturkan, soal berapa lama uji coba dan pelaksanaannya secara penuh, BPJT masih akan melihat dari evaluasi uji coba pertama, termasuk soal kesiapan payung hukum dari Peraturan Menteri (PM) Menteri Perhubungan yang akan diterbitkan secara paralel.
"Kita akan melihat dari uji coba dulu dari Timur ke Barat. Tadi juga misalnya ada truk yang sudah masuk ke dalam tol di jam pembatasan tersebut, itu tetap diperbolehkan meneruskan perjalanan," tandas Bambang. (hns/hns)











































