BPH Migas menjelaskan, PT Pertamina (Persero) sudah memberikan kompensasi keuntungan kepada investor yang mau membangun SPBU BBM Satu Harga ini.
Anggota Komite BPH Migas Henry Achmad menjelaskan, saat ini kompensasi margin yang di berikan oleh Pertamina kepada investor berkisar Rp 600 hingga Rp 700 per liter. Padahal margin normal hanya sekitar Rp 150 per liter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, Pertamina berpikir ini sedang melakukan corporate social responsibility (CSR) sebagai komitmen perusahaan kepada masyarakat.
Henry mengatakan, yang mahal sebenarnya adalah biaya distribusi atau ongkos angkut. Dia mencontohkan, dari Krayan, di Kalimantan Utara, diangkut sebanyak 200 KL per bulan.
"Pengangkutan ke Krayan dan Krayan Selatan itu menggunakan pesawat rata-rata Rp 38.000/liter. Memang besar kalau dilihat, tapi kalau dilihat dari semua pendistribusian secara nasional Rp 1,2 triliun untuk biaya distribusi hingga 2019," jelas dia.
Henry menjelSkan kompensasi margin diberikan agar investor mau menanamkan modalnya di titik yang ditentukan oleh BPH Migas.
"Nah di Papua itu Pertamina merangsang investor ya, investasi di sana kami tambahkan marginnya Rp 700 per liter, kalau orang mau yang nanggung Pertamina," imbuh dia.
Menurut dia, jika margin terlalu kecil maka investor tidak berminat untuk berinvestasi. Karena itu pemerintah sekarang sedang memikirkan bagaimana cara memberikan rangsangan kepada investor agar mau berinvestasi. (hns/hns)











































