Follow detikFinance
Senin 23 Oct 2017, 17:48 WIB

Jonan Lantik 23 Pejabat Eselon II ESDM

Danang Sugianto - detikFinance
Jonan Lantik 23 Pejabat Eselon II ESDM Foto: Danang Sugianto
Jakarta - Kementerian ESDM hari ini melantik jabatan pimpinan tinggi pratama dan jabatan administrasi setingkat eselon II. Pelantikan dilakukan langsung oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan.

Proses pelantikan dimulai setelah Jonan hadir sekitar pukul 16.45 WIB. Jonan yang mengenakan jas hitam, kemeja putih, dasi merah, serta peci hitam memimpin sumpah jabatan.

"Sebelum saya ambil sumpah saya tanya apakah saudara bersedia diambil sumpah sesuai dengan agama masing-masing. Sumpah yang Anda ucapkan ini tanggung jawab terhadap negara, UUD 1945. Sumpah ini di samping disaksikan semua yang hadir, ini disaksikan oleh Tuhan YME. Sumpah harus dilakukan dengan kesadaran penuh. Ini juga janji manusia yang harus ditepati," tutur Jonan di Gedung Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (23/10/2017).

Usai memimpin sumpah jabatan, Jonan menandatangani pakta integritas. Adapun pejabat eselon II Kementerian ESDM yang dilantik hari ini berjumlah 23 orang.

Acara pelantikan tersebut juga disaksikan langsung oleh para petinggi Kementerian ESDM seperti, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Teguh Pamuji, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Rida Mulyana, Dirjen Minerba Kementerian Bambang Gatot, dan Dirjen Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial.

Jonan Lantik 20 Pejabat Eselon II ESDMFoto: Danang Sugianto


Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II):
1. Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Direktorat Jenderal Minerba, Heri Nurzaman
2. Inspektur III, Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM, Iwan Prasetya
3. Kepala Biro Umum, Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional, Adhi Wibowo

Pejabat Administrator (eselon III):
4. Kepala Bagian Kinerja dan Informasi, Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional, Yuni Fauziah
5. Kepala Bagian Kerjasama Regional dan Multilateral Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM, Awang Riyadi
6. Kepala Bidang Pengamanan dan Pemeliharaan Barang Milik Negara Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM
7. Kepala Bagian Hukum Kepegawaian dan Organisasi Sekretariat Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM, La Ode Tarfin Jaya
8. Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Nuhasana
9. Kepala Subdirektorat Penyiapan Program Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Ditjen EBTKE Tony Susandy
10. Kepala Balai Konservasi Air Tanah Badan Geologi Hendra Gunawan

Pejabat Pengawas:
11. Kepala Sub Bagian Penyiapan Perencanaan Energi Baru, Terbarukan, Konservasi Energi dan Ketenagalistrikan Sekjen ESDM, Fajar Cahyono
12. Kepala Sub Bagian Monitoring dan Evaluasi Program Perubahan pada Bior Organisasi dan Tata Laksana Sekjen ESDM Milan Manontong Nainggolan
13. Kepala Sub Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Minerba pada Biro Hukum Sekjen ESDM, Henry Yulius Winnes Hutagaol
14. Kepala Sub Bagian Penelaahan Hukum Minerba Sekten dan Inspektorat Jenderal pada Biro Hukum Sekjend ESDM Taufik Hidayat
15. Kepala Sub Bagian Advokasi Hukum Minyak dan Gas Bumi dan Badan pada Biro Hukum Sekjen ESDM, Anita Widowati
16. Kepala Sub Bidang Pengamanan Barang Milik Negara pada Sekjen ESDM, Golfritz Sahat Tua Suhoturon
17. Kepala Seksi Pengawasan Manajemen Energi pada Ditjen EBTKE, Jafar Soddik
18. Kepala Seksi Pengawasan Manajemen Energi pada Ditjen EBTKE, Agung Feinnudin
19. Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunungapi Wilayah Barat pada Badan Geologi, Kristanto
20. Kepala Sub Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsumnami Wilayah Timur Bagan Geologi, Muhammad Arifin
21. Kepala Sub Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara pada Sekjen ESDM, Julia Siti Rachmani
22. Kepala Sub Bidang Analisis dan Evaluasi pada Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, Herbert Wibert Victor Hasudungan
23. Kepala Sub Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan pada Badan Penelitian dan Pengembangan Energid an Sumber Daya Mineral, Evi Sofriyanti.

Usai melantik, Jonan memberikan pesan-pesan terhadap para pejabat yang dilantik. Ada satu pesan yang menggelitik namun cukup berkesan.

Jonan ingin agar tongkat estafet pejabat di Kementerian ESDM tidak seperti falsafah guru silat kuno, yang biasanya tidak memberikan seluruh kemampuan yang dimiliki kepada muridnya.

"Saya jelaskan kita itu tidak boleh menggunakan falsafah dalam kepemimpinan seperti guru silat zaman dulu. Banyak guru silat misalnya punya jurus 10 tapi yang diajarkan 9 jurus, supaya enggak melawan nanti muridnya. Terus muridnya nanti jadi guru ngajari 8 jurus. Nanti 5 generasi ke bawah bisanya cuma nyapu saja sudah enggak ada ilmunya," tuturnya.

Jonan menjelaskan, proses pemilihan pejabat tersebut dilakukan beberapa tahap. Tahap pertama berdasarkan rekomendasi dari atasannya yang dipilih berdasarkan kinerja dan prestasi.

Lalu tahap kedua untuk menghindari subjektifitas, maka Kementerian ESDM lembaga asessment independen dari Universitas Indonesia (UI) untuk menyaring nama-nama yang terpilih.

"Ini menjaga independensi atau subjektivitas pimpinan. Saya sudah pesan jangan subjektiflah," tukasnya.

Dia juga berpesan agar karyawan Kementerian ESDM tak perlu melakukan manuver politik untuk naik jabatan. Dia minta cukup tunjukkan kemampuan dalam bekerja.

"Kita sangat berharap yang memimpin kementerian ini harus lebih baik. Menteri itu jabatan politis dipilih berdasarkan hak prerogatif Presiden. Tolong yang di bawah jangan politis harus kompetensi makanya ada asessment," katanya.

Jonan mengatakan, dirinya sudah meminta melakukan evaluasi setiap 6 bulan sekali. Hasil evaluasi akan menjadi bahan pertimbangan perpindahan posisi dan jabatan.

"Saya sudah minta evaluasi sampai akhir tahun. Nanti Maret atau April biasanya dilakukan mutasi atau penyegaran apabila dipandang tidak pas dalam pekerjaannya. Sebaiknya dievaluasi setiap 6 bulan. Saya ingin memberikan contoh semua pegawai harus bisa berkontribusi," tuturnya.

Jonan meminta para pejabat Kementerian ESDM bekerja serius tanpa memikirkan dunia politik. Meskipun pemerintahan Jokowi-JK sudah bersisa hanya 2 tahun.

"Pemerintahan ini tinggal 2 tahun. Tolong manfaatkan 2 tahun ini sebaik-baiknya. Fokus saja pada pekerjaan tidak usah memikirkan politik. Karena Pak Presiden berpesan menteri kerja saja deh, biar nanti urusan politik beliau saja. Jadi kita terap fokus kita tetap kerja," tukasnya. (wdl/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed