Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 27 Okt 2017 14:08 WIB

ESDM: VIVO Wajib Buka SPBU di Indonesia Timur

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Fadhly F Rachman-detikFinance
Jakarta - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pertama VIVO akhirnya beroperasi di bilangan Cilangkap, Jakarta Timur. SPBU ini dimiliki oleh PT Vivo Energy Indonesia, dan menjual 3 jenis BBM, antara lain Revvo 89, Revvo 90, dan Revvo 92.

Untuk Revvo 89 yang oktannya sedikit di atas Premium (RON 88) milik Pertamina, dijual lebih murah yaitu Rp 6.100 per liter. Sedangkan untuk Revvo 90 seharga Rp 7.500 per liter dan Revvo 92 Rp 8.250 per liter.

Setelah beroperasi perdana, VIVO juga diwajibkan menyalurkan BBM ke Indonesia timur dan wilayah terpencil lainnya. Jika tidak, maka VIVO tidak diizinkan beroperasi lagi di Indonesia.

"Jelas kayak VIVO itu dia harus membuktikan di Indonesia Timur. Kalau enggak tutup, gampangnya begitu," ujar Dirjen Migas Kementerian ESDM, Ego Syahrial, di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (27/10/2017).

Kementerian ESDM meminta VIVO membangun SPBU di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil. Komitmen ini harus dipenuhi VIVO bukan hanya sebagai janji.

"Kita minta mereka bangun di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Jadi kayak kemarin itu semua segala macam itu awal, tapi berikutnya dia harus terbukti betul-betul di Pulau Seram, Sumbawa, Alor," kata Ego.

VIVO diberikan kesempatan untuk membuka SPBU di wilayah terpencil, salah satunya di Indonesia timur hingga akhir tahun ini. Jika tidak dipenuhi, maka izin operasinya dicabut.

"Kita akhir tahun ini minta buktikan dulu satu di wilayah timur," tutur Ego.

Lewat kewajiban membuka SPBU di Indonesia Timur, apakah VIVO juga harus ikut dalam program BBM Satu Harga yang dicanangkan pemerintah di wilayah terpencil?

"Bukan. Kita nggak melihat satu harganya. Kita minta mereka bangun di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal)," ujar Ego.

Saat ini BBM satu harga sudah hadir di 26 titik. Adapun lokasi ke-26 penyalur BBM satu harga hadir di Desa Tanah Hitam, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Di tahun ini sendiri ditargetkan ada 54 titik yang menikmati harga BBM sama seperti Pulau Jawa. Sebelum ditetapkannya BBM satu harga, beberapa daerah harus membayar lebih untuk membeli satu liter BBM, mulai dari Rp 7.000 hingga Rp 100.000 per liternya.

Ego menegaskan, VIVO saat ini juga berkewajiban membangun SPBU di wilayah terpencil, salah satunya di Indonesia timur.

"Kita jangan bicara BBM satu harga lagi. Wajib bangun di daerah sulit," tutur Ego.

Ego mengungkapkan, SPBU VIVO merupakan yang pertama kali menjual BBM dengan RON 89, umumnya SPBU menjual RON 88 atau RON 90.

"Sepengetahuan kami iya (yang pertama)," kata Ego.

Ego menambahkan, kadar oktan yang ada di produk Revvo 89 sesuai. Pihak VIVO pun sudah menunjukkan hasil uji lab kepada Kementerian ESDM. "Mereka sudah memperlihatkan hasil uji labnya," tutur Ego.

Ego juga menjamin harga jual BBM VIVO dengan RON 89 alias Revvo 89 yang lebih murah dari RON 88 yang dijual Pertamina memiliki kadar oktan yang berbeda.

"Kan harganya lebih murah ya, dan RON nya mereka mengatakan bahwa ini speknya sesuai dengan spek (sepsifikasi)," ujar Ego.

VIVO diberi izin menjual BBM RON 89 dengan syarat membangun SPBU di wilayah timur Indonesia. Sehingga, masyarakat di Indonesia timur memiliki kemudahan untuk membeli BBM.

"Ya boleh. Syaratnya cuma satu, bangun di (Indonesia) timur. Kalau enggak bangun di Papua ya percuma, mau bangun di Sumbawa, Papua itu pemerintah yang tentukan. Itu kontrolnya di situ," kata Ego.

Syarat ini wajib dipenuhi VIVO, jika tidak maka izin operasinya akan dicabut dan tidak bisa menjual BBM lagi.

"Harus (bangun SPBU di Indonesia timur). Tadi dia kita panggil, yang pertama di Seram. Kalau enggak ya tutup," tutur Ego. (ara/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com